SUARA PEMBARUAN DAILY

Pria Pengantin Juga Harus Bersolek

foto-foto: abimanyu

Anda akan melangsungkan pernikahan? Bila biasanya yang berdandan dan tampil layaknya model adalah perempuan pengantin, cobalah kali ini lebih memperhatikan penampilan pria pengantin. Pria, dalam sebuah acara pernikahan biasanya tampil standar dengan jas. Padahal, pria pengantin juga harus bersolek untuk menyeimbangkan penampilannya dengan perempuan pengantin. Memadupadankan jas dengan kemeja dalamnya, menjadi kunci penampilan menawan pria pengantin.

Dalam rangkaian acara Harper's Bazaar Wedding Exhibition baru-baru ini, digelar peragaan busana khusus untuk mempelai pria. Postour & Co, Luwi Saluadji membawakan beberapa jas pengantin untuk tren tahun 2008 ini. Luwi Saluadji karyanya menjadi pilihan karena best cutting dan prinsip customer oriented-nya. Dalam pergelaran kali itu, dia mengusung tema konservatif maskulin dan oriental.

Hitam, adalah warna favorit kebanyakan kaum pria. Kesan maskulin juga dibawa oleh warna ini. Karena itu, tak heran apabila perancang tersebut juga mempergelarkan busana pengantin untuk pria, dalam kemasan warna hitam.

Namun, Luwi tampak menambahinya dengan warna-warna kontras demi menghilangkan kesan yang terlampau formal. Tetapi warna-warna dan motif tidak biasa itu, hanya ditampilkan sebagai bagian dalam kemeja, bukan pada jasnya. Jas tampaknya menjadi semacam pemungkas dan peredam warna-warna kontras tersebut.

Dia tampak memberi aksen berupa garis list di tepi-tepi jas sehingga kesan formal dan kaku sebuah jas, menjadi lebih luwes dan hangat. Trik ini mampu memberikan kesan unik dan manis, namun tetap elegan.

Selain warna hitam, Luwi juga menampilkan jas berwarna putih. Jas-jas ini dipadupadankan dengan variasi kemeja bagian dalam, juga vest. Vest yang ditampilkannya tampil bercorak dan berwarna-warni, juga tampak pas diredam dengan jas-jas putih itu.

Warna-warna cerah yang dipilih sang perancang pada vest seperti merah dan gold sungguh memiliki kekuatan yang besar untuk memberikan kesan glam dan modis. Selain warna-warna cerah, perancang busana ini juga menampilkan motif batik yang ternyata memberikan kesan yang sangat elegan. Sentuhan oriental yang kental kemudian difokuskannya pada vest berbahan sutra yang berkilau dengan berbagai motif dan warna.

Paduan jas dengan kain di bagian dalam bermotif tradisional dengan variasi warna dan bentuk motif khas Tiongkok berhasil memperkuat citra maskulin. Di samping itu, inspirasi oriental juga diletakkan pada detail kancing cheong sam atau kancing pada pakaian ala Shanghai.

Luwi juga berkreasi pada jas pengantin. Ini terlihat pada salah satu karyanya, yang menonjolkan variasi baru pada jas berpotongan pendek berwarna putih keabuan dengan dua kancing. Tampil diperagakan dengan disertai dasi kupu-kupu, memperkuat aksen Eropa yang biasa dipadukan dengan tuxedo.

Dia juga memadukan jas putih dengan celana panjang bahan berwarna hitam. Perpaduan ini terbukti pas dan enak dilihat itu mendobrak kebiasaan warna senada pada busana pengantin untuk pria. Perancang itu juga menampilkan sekitar delapan potong setelan jas berwarna putih dan ivory berbahan wol sutra. [WWH/N-5]


Last modified: 28/3/08