matamulah yang memijarkan sumbu-sumbu harapan
terpiara. cahaya menerangi langkah
menyisakan celah bagi lorong yang terserah
kupuja kelopak mata dan sungging
yang terpahat atas rekah
dari apakah kerjap tercipta
dan gaduh berdegup sepanjang dada?
*
aku memandangmu dengan patahan kata
yang rapuh menyusun kekuatan
jemari asa
aku memandangmu dengan mata berkabut
di hadapan lelehan genang
memahatkan hakikat ada
*
lapisan debu mengawetkan jasad
seseorang yang meregang, kebenaran abadi
diacuhkan tangan yang setia menyalin nama
kemanusiaan tahun-tahun yang tersengal
tahun-tahun kenyataan yang kuasa
pecahan kaca memercik muka
kebenaran pun berkibar di luar jendela
dengan hujan dan darah yang kian tumpah
kata-kata merenggut hidup jari terkepal
urat-urat masa silam pembalasan
terbalaskan
hidup memecah kepala
membenturkan keyakinan di gerbang kaca
*
bagi e.
dan jemari yang letih
menjangkau semburat warna
di lengkung langit jingga
berjatuhan kubang asa
*
aku hanya terserah perjalanan takdir
ketika jari memilih suratan cahaya
tangan menawarkan tumpuan rencana
hidup adalah huyung mata
yang awam menghimpun hasrat kala
kususuri lorong bagi titian
juga perjalanan asa buta
maka daun-daun yang menyongsong ajal kehidupan
seiring ranting yang hujam
labuh di masa silam
aku pun memuja kelahiran tiada
*
ada puing-puing rangka yang gagal mendirikan hunian rencana
tahun-tahun seperti patahan ranting
yang lepuh menopang keinginan asa
bilik keyakinan yang mungkin menampung kehangatan
adalah juga yang letih menegakkan pilihan-pilihan gamang
kucatat kemudian namamu dalam lembar-lembar sengal
hanya itu yang mengguratkan usia
menguapkan pondasi keheningan
beribu kali, tangan kejang dan pikiran menerawang
*
bagi erf
bumi adalah jemari yang tersiram nyala
mengelus helai rambut
dan harapan meledakkan kenyamanan
memecah urat saraf impian
yang telanjur kau salurkan menghadap kenyataan
tariklah ke ruang kaca; napas yang berbenah
jadi pangkal angin mengembara
ketika nyala menghanguskan rangka impian
dan tungku disiapkan
asamu menghembus titik nyala
*