
Jalan cerita perjuangan presenter cantik dan berbakat, Ivy Batuta, hingga akhirnya menjadi terkenal, ternyata tidak semulus yang diperkirakan. Perempuan berkulit putih itu mengaku, sesungguhnya ia adalah seorang yang dilahirkan dengan bakat menari dan menyanyi.
Kemampuan Ivy dalam membawakan acara diperdalam dengan modal utama, tidak mengeluh dan mau belajar meskipun selama bertahun-tahun.
Ivy yang mengaku lebih senang menari dan menyanyi daripada menjadi presenter itu berterus terang, pada awalnya ia mengalami masa-masa sulit ketika harus beradaptasi dengan profesi yang akhirnya membesarkan namanya itu.
Pada masa remaja, Ivy sering membuat koreografi untuk tim tarinya, selain itu ia juga sering menyanyi sebagai penyanyi latar di kafe-kafe. Namun kini, ia sangat bersyukur karena justru profesi presenter-lah yang telah memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Meskipun pernah merasa sangat tegang ketika menghadapi barisan penonton sampai sempat dihina karena penampilannya yang buruk, Ivy tidak pernah gentar dan tetap bersyukur kepada Tuhan.
Ivy menerapkan filosofis yang tersirat dalam pepatah Jawa, witing tresno jalaran suko kulino, yang berarti cinta tumbuh bila sering bertemu. Begitu juga dengan keterampilan presenter yang awalnya tidak ia suka hingga akhirnya kini sangat dicintainya dan ia lakukan dengan sepenuh hati.[WWH/N-5]