
awasan Cawang di Jakarta Timur, dikenal dengan industri kecil kompor minyak tanah. Sejak tahun 1955 industri kompor tersebut sudah beroperasi.
Kompor dengan 19 sumbu dan 40 sumbu dijual Rp 40.000 sampai Rp 150.000 per unit itu, selain dipasarkan ke seluruh Indonesia juga di ekspor ke Malaysia, Brunei Darussalam, dan Afrika.
Terkait program konversi minyak tanah ke gas, mulai bulan Mei, pemerintah akan menarik subsidi minyak tanah di Jabodetabek. Akankah kompor Cawang tinggal kenangan?
Wartawan "SP", Luther Ulag menyajikan industri kompor Cawang dalam bidikan foto.

Andi (25) menyemprot kepala kompor dengan cat.

H Munadi N Hasan (49) mencatat tumpukan kompor yang belum terjual karena sepi pembeli.

Dua pembeli tengah memilih kompor minyak.

Mamat (40) membuat kompor di rumah yang sederhana.

Syarifin (32) memasang sumbu kompor.

Berbagai jenis perkakas untuk membuat kompor sejak sebulan ini tidak lagi digunakan