[CANBERRA] Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta, menuding pasukan PBB membuang kesempatan untuk menangkap para pelaku penembakan dirinya. Selain itu, pertolongan terhadap dirinya juga sangat terlambat. Dia baru mendapat pertolongan setelah lama terkapar di jalan di depan kediamannya dalam keadaan terluka.
"Saya berteriak meminta ambulans. Butuh waktu sangat lama hingga ambulans datang," kata Horta, di Darwin, Kamis (27/3). Horta, yang masih menjalani perawatan di Darwin, setelah insiden penembakan atas dirinya pada 11 Februari lalu, menambahkan bahwa ambulans yang datang juga tidak disertai dengan tim medis.
Dia menyalahkan, pasukan PBB di Timor Leste terkait kehadiran penembak dalam jumlah banyak. "Semestinya pasukan PBB langsung mengepung seluruh kota, menutup semua pintu keluar, menggunakan helikopter, dan segera mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dari lapangan," ucapnya.
Horta menegaskan, pasukan PBB seharusnya bisa segera menangkap para pelaku dalam waktu tak lebih dari satu jam. "Sebab, selama berjam-jam setelah penyerangan, mereka (pelaku) masih berada di bukit sekitar rumah saya," ujarnya.
Meski begitu, Horta tidak menyalahkan lambatnya reaksi pasukan Australia, yang memimpin pasukan internasional di Timor Leste. "Pasukan Australia hanya beraksi atas permintaan dari PBB," katanya.
Menanggapi tudingan itu, Juru Bicara PBB di Timor Leste, Allison Cooper tidak mau berkomentar, sebelum melihat transkrip seluruh pernyataan Horta. [AP/B-14]