
[KUALA LUMPUR] Klub Liga Inggris Chelsea, Kamis (27/3), mengumumkan, mereka kemungkinan akan membatalkan tur ke Malaysia jika pelatih Avram Grant yang berasal dari Israel, ditolak masuk negara itu.
Malaysia sampai saat ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga warga negara itu harus mendapatkan izin khusus untuk masuk negeri jiran itu. Selain Grant, ada pemain Chelsea, Tal Ben Haim, yang juga berasal dari Israel.
Federasi Sepakbola Malaysia dalam sebuah jumpa pers mengatakan, pihak panitia harus mendiskusikan isu tersebut dengan kementerian luar negeri agar Grant dan Ben Haim mendapatkan kepastian.
Ketua eksekutif Chelsea, Peter Kenyon mengatakan, kunjungan ke Malaysia direncanakan pada 29 Juli setelah sebelumnya mampir di Guangzhou (Tiongkok) dalam rangkaian tur Asia.
Ia yakin, Chelsea bisa masuk Malaysia bersama kedua warga negara Israel itu.
"Saya kira hal itu tidak menjadi masalah. Kami kira hal itu bisa diselesaikan," kata Kenyon.
Terpaksa Batal
Tapi ia juga menegaskan, klub asal London itu terpaksa membatalkan kunjungan ke Malaysia jika Grant dan Ben Haim ditolak masuk Malaysia.
"Kami tentu tidak bisa pergi tanpa pelatih utama kami. Tur ini penting karena merupakan bagian dari persiapan menghadapi musim kompetisi 2008-2009," katanya.
Tahun lalu, Manchester United (MU) batal berkunjung ke Malaysia setelah Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) keberatan karena waktunya bertepatan dengan Piala Asia di mana Malaysia menjadi salah satu tuan rumah.
Chelsea yang mempunyai banyak penggemar di Malaysia, dijadwalkan bertanding menghadapi tim nasional Malaysia yang saat ini terpuruk di peringkat 164 dunia. Tapi belum diumumkan calon lawan Chelsea saat berkunjung ke Tiongkok. Menurut Kenyon, tur tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan promosi Chelsea di Asia.
Seperti halnya di negara lain di Asia, di Malaysia Liga Inggris lebih populer dibanding liga domestik.
"Kami bangga bisa mengadakan tur ke Asia, terutama ke Malaysia. Asia adalah kawasan yang penting untuk sepakbola. Kami ingin sepakbola di Asia tumbuh dari kelompok atas ke kelas bawah," katanya.
Pada 1997, Malaysia mengizinkan Israel bertanding di turnamen kriket ICC Trophy yang diikuti 22 negara, tapi keputusan tersebut belakangan mendapat protes dari sebagian masyarakat.
[Rtr/Ant/W-11]