SUARA PEMBARUAN DAILY

Insiden di Kampus Unhalu, Polisi Praktikkan Premanisme

[KENDARI] Mantan Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Haluoleo (BEM Unhalu) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Barong Hararap menilai, pihak kepolisian yang melakukan penangkapan dan pemukulan terhadap mahasiswa yang berdemonstrasi adalah tindakan yang sangat tidak terpuji.

"Inilah yang disebut tindakan premanisme yang dipraktikkan aparat kepolisian, Brimob dan pegawai negeri sipil (PNS) kepada mahasiswa yang menyalurkan aspirasi tentang pembangunan hak-hak dasar kehidupan masyarakat," kata Barong di Kendari, Kamis (27/3) malam.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra, Brigjen Pol Joko Satrio meminta maaf kepada Rektor Unhalu terkait kasus kerusuhan di kampus tersebut, Kamis (27/3).

Dikatakan, aksi anarkhi itu melukai empat polisi, yakni seorang di antaranya mengalami gegar otak sampai saat ini dalam kondisi kritis di rawat di RS Bhayangkara Kendari, dan tiga personel anggota Polresta Kendari luka serius.

Keributan berlangsung tegang sekitar tiga jam itu juga merusakkan tiga sepeda motor patroli milik Polda setempat. Pascakeributan Polda Kendari sempat memeriksa delapan mahasiswa seorang di antaranya diduga sebagai provokator, namun Jumat (28/3) pagi mereka telah dipulangkan.

"Pascapenanganan keributan tersebut kami sudah minta maaf kepada rektor Unhalu. Situasi di Kendari kini sudah tenang aktivitas warga lancar kembali. Kami mengimbau agar masyarakat tenang dan waspada ter-hadap segala bentuk isu menyesatkan yang disinyalir dilontarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab," kata Kapolda Joko Satrio dalam percakapan dengan SP, Jumat pagi.

Menurut Kapolda, ihwal keributan sampai terjadi keributan melibatkan oknum mahasiswa itu dari ke- salahpahaman terkait isu adanya seorang anggota Polri ditemukan tewas di kampus tersebut. [Ant/W-8/G-5]


Last modified: 28/3/08