[JAKARTA] Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertekad menerapkan International Standar Operational (ISO) 9001: 2000 dalam pelayanannya kepada masyarakat.
Diharapkan, akhir 2009 seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Jakarta telah meraih sertifikat ISO tersebut. Dengan penerapan itu, maka seluruh pelayanan puskesmas harus mengacu ke standar ISO 9001: 2000 tersebut. "Kalau bisa pada tahun ini. Tetapi biar aman, kami tetapkan 2009 harus sudah selesai," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Wibowo Sukijat saat dihubungi SP, Kamis (27/3) malam.
Hal yang sama disampaikan Kepala Sub Dinas (Sudin) Pemasaran Sosial dan Informasi Kesehatan DKI Jakarta, Tini Suryanti, Kamis malam. "Demi meningkatkan pelayanan kepada warga, maka ke depannya seluruh puskesmas harus memakai ISO 2000. Kami usahakan 2009 sudah selesai," katanya.
Dari Jakarta Utara (Jakut), empat puskesmas di wilayah tersebut berhasil meraih ISO 9001:2000, Rabu (26/3) lalu. Mereka adalah Puskemas Kecamatan Koja, Kelapa Gading, Pademangan, dan Tanjung Priok. "Upacara pemberian sertifikat dilakukan di Kantor Wali Kota Jakut, Rabu (26/3) lalu. Puskemas ini (Kelapa Gading, Red) adalah satu dari empat yang meraih ISO itu," kata Wakil Manajemen Mutu Puskesmas Kelapa Gading, Lamhot Tambunan di Jakarta, Kamis.
Wibowo menjelaskan, dengan penerapan ISO 2000 maka semua bentuk pelayanan harus disusun rapi, terarah, dan tepat sasaran. Selain itu, setiap bentuk keluhan harus dikurangi. Tugas lainnya adalah puskesmas harus bisa bersaing dengan rumah sakit atau klinik swasta yang makin canggih. "Pelayanan yang cemberut harus dihilangkan dan diganti dengan sikap ramah dan senyum. Lebih penting adalah keluhan-keluhan harus dikurangi," tegasnya.
Cabut Sertifikat
Sementara itu, Tini mengaku akan mengontrol pelaksanaan ISO tersebut. Jika ada puskesmas yang tidak menjalankannya, maka sertifikatnya dicabut. "Ini untuk kepuasan masyarakat sehingga puskesmas diminati warga," ujarnya.
Dijelaskan, penambahan empat puskesmas di Jakut menambah jumlah puskesmas di DKI yang telah berhasil meraih ISO 200 yang mencapai 34 buah. Sebelumnya, hanya terdapat 30 puskesmas. "Total Puskesmas di Jakarta sebanyak 44 buah. Dengan jumlah yang ada saat ini maka masih ada 10 lagi yang belum menerapkan ISO 2000," tuturnya. "Kami tidak hanya mewajibkan puskesmas tetapi juga termasuk Dinkes dan Sudin," tambahnya.
Saat ini, jelasnya, Dinkes telah menerapkan ISO tersebut. Sementara Sudin masih tinggal dua buah yang belum menerapkannya dari 11 Sudin yang ada. "Semuanya hingga 2009 sudah harus selesai," tegasnya.
Sementara itu, Lamhot menjelaskan, Puskesmas Kelapa Gading mendapat sertifikat ISO karena berhasil dalam memberikan pelayanan kesehatan (Yankes) dan program kesehatan masyarakat (Kesmas) kepada warga di sekitarnya.
Yankes adalah pelayanan dalam puskesmas seperti pendaftaran di loket yang tidak rumit, sistem pembayaran yang berpusat di kasir, fasilitas perawatan yang memadai, dan balai pengobatan yang lengkap. Sedangkan yang termasuk dalam Kesmas adalah pelayanan di luar puskesmas seperti penyuluhan program keluarga berencana, pemberantasan nyamuk demam berdarah dengue, dan pencegahan penyakit menular.
"Kami tidak hanya unggul dalam masalah Yankes dan Kesmas, tetapi kami juga menyertakan empat puskesmas kelurahan dalam program ISO yaitu Puskesmas Pegangsaan 2A, Pegangsaan 2B, Kelapa Gading Timur, dan Kelapa Gading Barat. Ini yang membedakan kami dengan tiga puskesmas lainnya," jelas Lamhot yang juga bertugas sebagai dokter gigi di tempat tersebut.
Dia mengemukakan kendala yang dihadapi puskesmasnya dalam menerapkan ISO tersebut yaitu tertutupnya akses ke tempat tersebut karena dikelilingi perumahan mewah di sekitarnya. [RBW/DGT/L-8]