Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Irak mengeluarkan 37 jenazah yang sudah rusak, Kamis (27/3), dari kuburan massal di dekat Muqdadiyah, Provinsi Diyala, sekitar 90 km di Timur Laut Baghdad, yang kerap menjadi wilayah pertempuran antara pasukan AS dan milisi Suni al-Qaida.
Pihak militer AS menyebutkan jenazah yang ditemukan, diperkirakan telah dikubur antara dua hingga delapan bulan, beberapa di antara jenazah itu menunjukkan adanya bekas-bekas penganiayaan. Semua jenazah yang ditemukan itu, kemudian dipindahkan ke pemakaman.
Disebutkan, penemuan kuburan massal terus meningkat bersamaan dengan berhasilnya operasi militer menguasai daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai milisi. Sejak Mei 2007, sedikitnya ditemukan 594 jenazah dari beberapa kuburan massal, yang sebagian besar terdapat di Provinsi Diyala. [AP/B-14]
Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda mengatakan, Pemerintah Indonesia mendukung upaya Pemerintah Serbia untuk meminta opini hukum pada Mahkamah Internasional atas deklarasi kemerdekaan sepihak Kosovo. Indonesia juga akan berperan aktif dalam penyelesaian masalah Kosovo secara damai. "Kami mendukung Pemerintah Serbia untuk menyelesaikan masalah Kosovo dengan solusi damai, melalui proses dialog dan negosiasi," katanya seusai bertemu Menteri Luar Negeri Serbia Vuk Jeremic, Kamis (27/3) siang. Jeremic menyampaikan penghargaan atas sikap yang diambil Pemerintah Indonesia itu.
Jeremic juga meminta agar tidak ada kesalahpahaman dalam memandang persoalan Kosovo. "Memang di Kosovo mayoritas adalah Muslim dan di Serbia mayoritas Kristen. Tapi, ini bukan persoalan agama. Ini hanya persoalan politik," katanya. "Ini tentang etnis Albania di Serbia berusaha untuk merdeka, yang sayangnya dilakukan secara sepihak. Ini bukan persoalan Muslim di Serbia berusaha merdeka," ujarnya. Dia menegaskan, yang terjadi merupakan persoalan politik dan terkait dengan hukum internasional. [B-14]
Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi menegaskan, ia tidak akan melarikan diri dari berbagai tantangan yang tengah dilancarkan saingan-saingan politiknya. Pernyataan PM Malaysia, yang disampaikan Kamis (27/3) malam, mengisyaratkan cengkeraman kekuasaannya mulai goyah setelah koalisi Barisan Nasional yang dimotori UMNO mengalami sejumlah kekalahan memalukan dalam pemilu parlemen tanggal 8 Maret. Meskipun masih memenangkan pemilu, tetapi koalisi BN kehilangan posisi mayoritas dua pertiga di parlemen.
Ia mengatakan, dewan memutuskan UMNO akan menggelar pemilihan kepemimpinan internal partai dalam kongres tahunan pada 16-20 Desember atau mundur empat bulan dari jadwal yang direncanakan. UMNO, partai berbasis warga etnis Melayu, merupakan elemen utama koalisi BN yang berkuasa. Secara tradisi, presiden partai tersebut akan menjadi perdana menteri. [AP/E-9]