SUARA PEMBARUAN DAILY

AS Diizinkan Kunjungi Tibet

[WASHINGTON] Pemerintah Tiongkok menjawab permintaan Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan akses ke Tibet, dengan mengundang pejabat Kedutaan Besar AS bergabung dengan pejabat Tiongkok berkunjung ke Lhasa, Jumat (28/3).

Demikian disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri AS Sean Mc Cormack. "Kami melihat kunjungan ini sebagai langkah maju dalam arah yang benar," katanya, Kamis (27/3). Dia menambahkan, AS menginginkan tidak hanya berkunjung ke Lhasa, AS tetap akan mendesak adanya akses penuh ke daerah-daerah lainnya, seperti Sichuan, Gansu, Qinghai, dan Yunnan.

Pada konferensi pers yang diadakan untuk rombongan jurnalis asing yang diberi kesempatan berkunjung selama tiga hari ke Lhasa, Kamis (27/3), di Vihara Jokhang, sekitar 30 biksu Tibet berunjuk rasa, menyampaikan keprihatinan cara Beijing menghadapi aksi protes Tibet.

Pejabat Tiongkok di Pemerintahan Tibet, Baema Chilain, mengatakan apa yang dikatakan para biksu itu tidak benar. "Mereka berusaha membelokkan opini dunia, fakta-fakta semestinya tidak didistorsikan," katanya. Meski begitu, para biksu itu tidak akan mendapat hukuman.

Kepala Biro Associated Press (AP) di Beijing, Charles Hutzler, yang ikut dalam rombongan jurnalis asing ke Lhasa, mengatakan aksi protes oleh para biksu Tibet itu, satu-satunya kejadian yang terjadi secara spontan, di antara jadwal perjalanan mereka yang diatur secara ketat oleh Pemerintah Tiongkok.

Pada hari kedua kunjungan para jurnalis asing di ibu kota Tibet, otoritas Tiongkok menggiring mereka untuk melihat toko-toko, klinik, sebuah sekolah, dan sebuah penjara, untuk mewawancarai para korban dan perusuh, yang sebelumnya telah lebih dulu diwawancarai oleh media pemerintah.

Beberapa jurnalis yang berusaha keluar dari rombongan langsung dibuntuti, sehingga pertemuan dengan warga Tibet menjadi sangat berisiko. [AFP/AP/B-14]


Last modified: 27/3/08