[CIKARANG] PT Schneider Indonesia akan memperluas pabrik peralatan listriknya senilai satu juta euro (sekitar Rp 14 miliar) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dengan menambah lahan seluas 6.000 meter persegi, dari saat ini, 10.000 meter persegi. Ekspansi tersebut dilakukan guna memenuhi permintaan yang terus meningkat dan kebutuhan ekspor.
Demikian disampaikan Managing Director PT Schneider Indonesia Eddy Tjahja ditemui SP dalam kunjungan pabrik di Cikarang, Bekasi, Kamis (27/3). "Eskpansi pabrik untuk memenuhi kebutuhan dalam meningkatkan produksi kami," jelasnya.
Saat ini, pertumbuhan permintaan terhadap peralatan listrik Schneider Electric terus meningkat, terutama pada peralatan listrik dengan solusi penghematan energi. Hal ini terkait dengan krisis listrik dan gonjang-ganjing "kenaikan" pembayaran tarif listrik lewat program penghematan insentif dan disinsentif, dan tarif multiguna yang akan diterapkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepada pelanggannya.
Industrial Director PT Schneider Indonesia Astinudin Bakrie mengatakan, nilai pendapatan PT Schneider Indonesia mencapai 85 juta euro di tahun 2007 dengan peningkatan penjualan sebesar 16 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan, untuk tahun 2008, ekspektasi pendapatan perusahaan peralatan listrik yang berdiri di Indonesia sejak 1998 tersebut mencapai 105 juta euro.
Dari keseluruhan nilai pendapatan PT Schneider Indonesia, 30 - 40 persen di antaranya merupakan sumbangan dari sektor ekspor.
Dia menjelaskan, pendapatan perusahaan peralatan listrik asal Perancis tersebut tidak hanya dari penjualan peralatan listrik seperti panel listrik dan mini circuit braker (MCB), tapi juga jasa solusi, dan reparasi.
Schneider memiliki tiga pabrik di Indonesia, yakni satu di Cikarang dan dua di Batam. Saat ini, PT Schneider Indonesia masih menjadi basis produksi untuk panel listrik di kawasan Asia Pasifik. [CNV/M-6]