SUARA PEMBARUAN DAILY

Stok Beras Dalam Negeri Diperkuat

[JAKARTA] Seiring dengan naiknya harga komoditi beras saat ini yang mencapai US$ 700-an per metrik ton, pemerintah memperkuat stok beras dalam negeri. Caranya dengan menambah alokasi untuk cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 200 ribu ton dan mempersiapkan pengaturan ekspo, ungkap Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurti, di Jakarta, Kamis (27/3).

"Kita all out untuk perkuat stok beras dalam negeri, mudah-mudahan tidak ada perubahan tapi dalam APBN 2008 ada anggaran tambahan untuk CBP sekitar 200 ribu ton lagi. Kita harapkan semua bisa didapat dari dalam negeri," ujarnya.

Normalnya, jumlah CBP berkisar di angka 350.000 ton dan digunakan untuk penanganan darurat bencana. Bahkan, menurut Bayu, sebelumnya, pernah diusulkan peningkatan CBP hingga 1 juta ton.

Meski begitu, dia memastikan pemerintah tidak akan mengeluarkan izin impor beras yang baru. Kalaupun diperlukan impor, Bulog akan menggunakan sisa kuota impor yang diberikan pada 2007, yakni sekitar 100 ribu ton dari total kuota 1,5 juta ton.

Kemudian untuk target pengadaan beras dan gabah dalam negeri oleh Bulog ditingkatkan dari 1,76 juta ton tahun lalu menjadi 2,3 juta - 3 juta ton tahun ini. Hingga 25 Maret, menurut Bayu, Bulog sudah menyerap 226 ribu ton. April mendatang, ditargetkan menyerap 675 ribu ton dan menurutnya, jika perlu jumlah itu bisa ditambah.

"Ini menunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh untuk pengadaan dalam negeri. Saat ini impor susah, barangnya tidak ada tapi harganya mahal," katanya.

Diprediksi, puncak panen akan terjadi selama April. Sementara volume panen akan menurun drastis pada Mei karena memasuki musim paceklik. Kemudian, akan datang bulan Ramadhan, hari raya Lebaran, Natal dan Tahun Baru yang memberi tekanan tinggi terhadap harga.

"Kita juga harus perhitungkan itu. Pedagang kita enggak berdiam diri. Mereka menggantikan stok dlm negeri selama Desember - Januari yang berkurang atau terpakai, dijual atau dikonsumsi. Setelah musim panen kita juga akan butuh," papar Bayu.

Oleh karena itu, ia menilai, wajar jika pemerintah melakukan langkah-langkah pengamanan stok beras dalam negeri. Apalagi, negara-negara lain yang mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok seperti Tiongkok, Filipina dan India juga mengamankan stok dalam negerinya sehingga mendorong harga beras dunia naik. Termasuk juga Thailand yang merupakan eksportir terbesar di dunia.

Harga beras internasional selama awal 2008 telah mengalami kenaikan sebesar 32,5 persen sedangkan harga beras dalam negeri hanya naik 2,1 persen. [D-10]


Last modified: 28/3/08