SUARA PEMBARUAN DAILY

"Blunder" James Runtuhkan Inggris

AP /Michel Euler)

Penyerang Prancis Nicolas Anelka (kiri) terpelanting diganjal penjaga gawang Inggris David James dalam pertandingan persahabatan di Stadion Stade de France, Saint Denis, Prancis, Rabu (26/3).

[SAINT DENIS] Serangan cepat Prancis yang gagal dihalau bek Inggris, memaksa kiper David James berlaku ceroboh dengan melanggar penyerang Nicholas Anelka di kotak penalti. Wasit asal Jerman, Florian Meyer pun menunjuk titik putih.

Eksekusi yang dilakukan gelandang Franck Ribery mampu mengecoh langkah kiper klub Portsmouth itu. Gol gelandang klub Bayer Muenchen tersebut menjadi satu-satunya gol dalam laga persahabatan yang digelar di Stade de France, Paris, Rabu (26/3) malam atau Kamis (27/3) dini hari WIB.

Padahal, tanpa blunder itu, "The Three Lions" berpeluang meraih hasil lebih baik. Inggris yang kembali diperkuat David Beckham, mampu menciptakan peluang gol, dan bisa mengimbangi serangan Prancis yang agresif sejak awal.

Meski tidak mencetak gol dalam laga ke-100 nya bersama tim nasional Inggris, Beckham tampil cukup baik dengan sejumlah umpan dan peluang mencetak gol. Umpannya pada Peter Crouch pada menit ke-48 dan Michael Owen pada menit ke-62 cukup baik, namun gagal membuahkan gol. Beckham juga terkadang bekerja keras turun membantu pertahanan.

Dia juga menciptakan sebuah peluang pada menit ke-16. Sayang, tendangan gelandang klub Galaxy Los Angeles ini melebar. Tak lama kemudian, giliran Joe Cole yang berkesempatan mencetak gol. Namun tendangan pemain Chelsea ini masih bisa ditahan kiper Prancis Gregory Coupet.

Pelatih Prancis Raymond Domenech punya lebih banyak pilihan di lini depan. Meskipun tanpa Thierry Henry dan Karim Benzema, duet Anelka dan David Trezeguet sejak menit awal relatif lebih mengancam gawang tim asuhan Fabio Capello, dibandingkan Inggris yang hanya mengandalkan penyerang tunggal Wayne Rooney. Hasilnya, serangan "Les Bleus" lebih tajam dibanding serangan "Saint George Cross".

Beberapa kali, serangan yang digalang Florent Malouda, Ribery, dan Anelka, membuat gugup barisan pertahanan Inggris yang digalang John Terry dan Rio Ferdinand.

Kesalahan James, misalnya, akibat kegugupan bek Inggris. Umpan jauh bek Francois Clerc diteruskan Anelka dengan solo run ke arah gawang Inggris. Terry dan Ferdinand terlambat mengantisipasi serangan cepat itu, sehingga James yang merasa gawangnya terancam memutuskan untuk maju dan mengganjal penyerang Chelsea itu.

Laga persahabatan ini merupakan laga kedua Inggris selama ditangani Capello. Inggris yang tidak ikut putaran final Piala Eropa, Juni mendatang, memang tak mengejar target dari laga ini, selain mengukur kesiapan dan kekompakan pemain. Namun, bagi Capello, kegagalan ini berarti evaluasi dan pembenahan formasi dan strategi tim.

Belajar dari laga ini, Capello punya tugas membenahi barisan belakang Inggris, terutama soal antisipasi serangan cepat. Lini tengah Inggris juga harus mampu melepaskan diri dari pressing ketat seperti yang diperagakan Prancis. Bahkan Inggris tampaknya harus mencari penyerang berinsting "membunuh", seperti Didier Drogba dan Andriy Schevchenko, atau penyerang bertipe oportunis semacam Filippo Inzaghi.

Sementara di kubu Prancis, meskipun mampu bermain cepat dan melakukan tekanan ketat, belum mampu menuntaskan serangan secara efektif. Kalau Henry dan Benzema yang bermain, bukan tak mungkin, James akan memberikan dua atau tiga "hadiah" penalti bagi Prancis. [AP/Rtr/ATW/W-11]


Last modified: 27/3/08