[MERAK] Markas Besar TNI AL memberikan tanda kehormatan brevet Hiu Kencana kepada tiga perwira tinggi (pati) yak- ni Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Subandrio, dan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (Dephan) Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin.
Penyematan brevet tersebut dilakukan di dalam kapal selam KRI Cakra 401 di kedalaman 30 meter di Perairan Selat Sunda, oleh Komandan Satuan Kapal Selam Koarmatim Letkol Laut (P) Tunggul Suropati disaksikan Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana Sumardjono, Rabu (26/3).
Para periwira TNI tiba di Pelabuhan Indah Kiat, Merak sekitar pukul 08.00 WIB dengan menggunakan dua helikopter.
Selanjutnya, seluruh perwira TNI yang hadir masuk ke dalam KRI Cakra dan berlayar menuju Perairan Selat Sunda. Dalam pelayaran itulah di-laksanakan penyematan brevet.
Kasal Laksamana Soemardjono mengatakan, pemberian tanda kehormatan brevet Hiu Kencana kepada tiga pati itu karena tiga periwira TNI itu memiliki dedikasi kerja yang cukup baik.
Mereka yang mendapatkan brevet Hiu Kencana sudah mampu mengoperasikan kapal selam, dan melakukan penyelaman ke dasar laut.
"Selama ini, kami di tubuh TNI dari semua kesatuan telah menjalin hubungan baik. Ini adalah salah satu wujud kerja sama dan kemitraan antarkesatuan," katanya.
Saat ditanya mengapa penyematan dilakukan di Selat Sunda, Kasal mengatakan, dari wilayah perairan barat Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), Selat Sunda merupakan daerah yang dianggap paling memungkinkan untuk dilakukan penyelaman. Kedalaman air laut di Perairan Selat Sunda cukup baik.
Diperketat
Sementara itu, terkait dengan pengamanan wi- layah barat ALKI, Lak-samana Soemardjono mengatakan, pihaknya akan lebih memperketat pengamanan dan rutin melakukan patroli perairan.
Sementara itu, Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah menyambut baik rencana TNI AL untuk membangun Markas Besar Armada Barat di wilayah Banten. Potensi laut Banten cukup luas dan memiliki dua pulau terdepan yaitu Pulau Tinjil dan Pulau Deli.
"Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, bagaimana melakukan tindakan pengamanan tersebut di wilayah Banten, apalagi Banten masuk dalam kategori ALKI 1 dan dalam waktu dekat akan segera dibangun vessel traffic identification system (VTIS) untuk memantau alur kapal yang melintasi ALKI 1," katanya. [149/A-20]