[JAKARTA] Seorang pria berinisial WW diduga sebagai aktor utama sindikat perampokan 5.500 unit telepon seluler (HP) merek Nokia dengan menggunakan senjata api sampai Kamis (27/3) masih diburu aparat Polres Jakarta Utara yang didukung Polda Metro Jaya.
Pria itu juga disinyalir sudah lama mengoperasikan jaringannya karena pengungkapan ini berlangsung alot mengingat kejahatan ini terorganisir dan termasuk kasus menonjol di tahun ini.
Keterlibatan WW terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan sebelas tersangka yang merupakan kaki tangan dan penadah perampokan mobil boks B 9604 QN berisi 5.500 HP senilai Rp 6 miliar di dekat pintu tol Kemayoran, Pademangan, Jakarta Utara (ujung Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat), Selasa (25/3) lalu.
Perampokan itu terjadi ketika mobil boks milik PT Erajaya Swasembada turun dari keluar tol Ancol. Dua mobil menghentikan mobil boks itu. Para pelaku mengaku sebagai petugas polisi. Dengan ancaman senjata api, pelaku memerintahkan sopir Pendi Suhendi dan kenek Uyu Wahyudin turun dari mobil. Pelaku juga melumpuhkan Serda TNI AD IGD Cakra Pasetya dan Kopka TNI AD Kenang Mulyadi yang mengawal mobil itu.
Mereka diborgol, dan pelaku kabur membawa lari mobil boks berisi HP tipe 5300, 3500, dan 3110. Namun pada Selasa malam, sebelas pelaku ditangkap. Sebanyak 3.296 unit HP senilai Rp 3,5 miliar disita di berbagai tempat di Jakarta dan Jawa Barat, dan mobil boks disita dari sebuah rumah di Brebes, Jawa Tengah.
Pihak Lain
Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol M Rum Murkal didampingi Kasat Reskrim Kompol Roma Hutajulu kepada SP Kamis pagi mengatakan, pengusutan kasus perampokan itu terus dimaksimalkan dengan target tidak saja menangkap aktor intelektualnya tetapi juga mengetahui apakah ada keterlibatan pihak lain.
Informasi yang diperoleh SP, ada sejumlah aparat keamanan terlibat dalam perampokan itu. Namun Kapolres belum dapat memastikan.
"Sebelas tersangka perampokan HP merk Nokia itu masing-masing sebagai pelaku di lapangan dan penadah. Jadi, kami sampai saat ini belum menerima informasi adanya dugaan terlibatnya oknum aparat. Namun bagaimana pengembangannya, kita tunggu hasil penyelidikan di lapangan," katanya.
Sementara, Kasat Reskim mengatakan, tersangka utama berinisial WW sudah diketahui keberadaannya dan kini dalam pencarian intensif aparat keamanan.
Ditambahkan, hasil introgasi terhadap para tersangka menyebutkan, mereka mengaku tidak saling mengenal karena kejahatan yang diorganisir WW menggunakan "sel terputus". Artinya hanya orang-orang tertentu yang boleh mengetahui di mana posisi masing-masing, namun tidak saling bertatap muka. Hal itu untuk menghilangkan jejak atau menutupi jati diri pimpinan mereka. [G-5]