SUARA PEMBARUAN DAILY

Sarkozy Janjikan Hubungan "Lebih Mesra" dengan Inggris

AP/Christophe Ena

Ratu Elizabeth II, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Carla Sarkozy-Bruni dan Pangeran Philip (dari kiri ke kanan) memeriksa pasukan kehormatan saat tiba di Istana Windsor, Inggris, Rabu (26/3). Sarkozy mendesak adanya kerja sama yang lebih erat antara Prancis dan Inggris.

[LONDON] Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan istrinya, supermodel Carla Bruni, memulai kunjungan kenegaraan mereka ke Inggris, Rabu (26/3). Sarkozy menjanjikan terciptanya hubungan Inggris-Prancis yang lebih baik. Selain itu, dalam pesan yang disampaikan kemarin, Sarkozy juga menyiratkan ketidaksabaran bahwa Barat harus mengalahkan Taliban di Afghanistan, tidak peduli berapa pun biaya yang harus dikeluarkan.

Mengenakan kaca mata hitam dan menggunakan ponsel di mana-mana sebagaimana ciri khasnya selama ini, Sarkozy memainkan peran sebagai seorang negarawan ketika ia memulai kunjungan selama dua hari kemarin. Ia saling bersapa hangat dengan Ratu Elizabeth II dan menginspeksi barisan kavaleri sebelum memulai berbagai perundingan kunci tentang pertahanan, ekonomi, dan imigrasi.

Setelah menghadiri acara-acara seremonial, Sarkozy memberikan pidato tajam di dengan Majelis Tinggi dan Majelis Rendah di Inggris. Sarkozy, dalam pidato tersebut, menyatakan ingin ikut memberikan sumbangsih besar atas peran Inggris dalam melawan ancaman fasisme di Eropa. Ia berjanji akan berdiri di samping London dalam perang melawan Taliban di Afghanistan.

"Kita tidak boleh gagal di Afghanistan," kata Sarkozy, yang berbicara dalam Bahasa Prancis. "Berapa pun biayanya, betapa pun mahalnya, kita tidak boleh kalah," kata Sarkozy.

Ia mengatakan akan mengirimkan lebih banyak lagi tentara Prancis untuk bergabung dalam misi NATO di Afghanistan. Tawaran itu akan disampaikan dalam KTT NATO di Bukares, Romania. Tawaran pengiriman pasukan Prancis yang lebih besar menggarisbawahi keinginan Sarkozy untuk merevitalisasi hubungan Prancis dengan Inggris dan Amerika Serikat (AS), sekaligus menyingkirkan berbagai perbedaan pendapat tentang perang Irak 2003.

Kanada telah mengancam akan menarik 2.500 tentaranya keluar dari Afghanistan apabila sekutu-sekutunya yang lain di NATO tidak memberikan bantuan lebih besar. Kanada ingin ada 1.000 tentara tambahan untuk dikerahkan dalam upaya-upaya anti-Taliban.

Sarkozy mendapat tepuk tangan sembari berdiri setelah berpidato selama 45 menit, di mana ia menyerukan Inggris dan Prancis agar bekerja sama lebih erat di Eropa serta bersama-sama menekan AS agar mengambil tindakan nyata mengatasi perubahan iklim.

"Adakah yang lebih baik ketimbang dua teman yang bersahabat sejati untuk dapat mengingatkan AS atas seluruh tanggung jawab yang dia pikul?" kata Sarkozy.

Peluang untuk tampil secara lebih bermartabat sangat penting bagi Sarkozy di tengah merosotnya popularitas pemimpin Prancis itu dalam sejumlah jajak pendapat di dalam negerinya. Sejumlah pertanyaan juga sempat muncul atas watak perilaku Sarkozy.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown berencana melakukan sejumlah pembicaraan panjang dengan Sarkozy pada hari Kamis (27/3) tentang Afghanistan, serta kemungkinan saling bertukar pendapat tentang proyek energi nuklir gabungan, perubahan iklim, dan respons internasional terhadap berbagai ketidakpuasan baru-baru ini di Tibet.

Dalam kunjungan ini, publik dibuat terpesona dengan penampilan istri Sarkozy yang sangat glamor. [AP/E-9]


Last modified: 27/3/08