[YERUSALEM] Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, pada Rabu (26/3), mengatakan ia sangat berkeinginan mengupayakan tercapainya kesepakatan damai tahun ini dengan kepemimpinan Palestina yang moderat di Tepi Barat. Tetapi, ia mengatakan pula Israel akan menghadapi para militan Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza dengan menggunakan cara-cara yang sangat menyakitkan.
Berbicara di depan para jurnalis internasional di Yerusalem, Olmert membantah keras tudingan bahwa pemerintahannya tidak cukup berbuat banyak untuk memperkuat kalangan moderat Palestina melalui langkah-langkah membangun kepercayaan, seperti pengurangan jumlah pos pemeriksaan militer di Tepi Barat.
Ia juga menyerukan dilakukannya tindakan dunia yang lebih terorganisir untuk mencegah Iran dari kepemilikan senjata pemusnah massal. Olmert mengatakan Israel sangat yakin Iran berupaya membangun bom nuklir meskipun Teheran selalu membantah tuduhan itu.
Di saat yang sama, Olmert mengisyaratkan Israel dapat melakukan atau berencana melakukan perundingan secara rahasia dengan Suriah.
Ia menyebutkan, Israel berkenan untuk melakukan perundingan secara tatap muka langsung dengan Suriah yang dapat menghasilkan sebuah kesepakatan damai. Tetapi, perundingan tampaknya tidak akan sama dengan yang dilakukan negara Yahudi tersebut bersama Mesir dan Yordania.
"Itu tidak berarti bahwa ketika kita duduk bersama maka Anda harus menatap kami," kata Olmert, menyiratkan kemungkinan terjadinya kontak-kontak secara rahasia. [AP/E-9]