![]()
AP/Karim Kadim
Asap dari ban bekas yang dibakar membumbung di Kota Sadr, Baghdad, saat pertempuran antara tentara Irak dan milisi Mahdi, Rabu (26/3).
[BAGHDAD] Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki memperingatkan kelompok bersenjata di Basra agar segera menyerahkan senjata hingga Jumat (28/3). Jika tidak, tindakan keras bakal mereka hadapi. Ultimatum PM Maliki disuarakan di tengah meluasnya bentrokan bersenjata antara pasukan keamanan dengan para pejuang milisi Syiah di Baghdad serta wilayah selatan ibu kota Irak tersebut. Pertempuran jalanan yang meletup hari Selasa (25/3) di Basra dan Kota Sadr, distrik Syiah terbesar di Baghdad, telah menewaskan 140 orang termasuk warga sipil, pasukan keamanan Irak, dan militan.
Di Baghdad, sebanyak 16 roket menghantam Green Zone, Rabu. Serangan roket ke kompleks pemerintahan Irak dan perwakilan asing di Baghdad yang berada di bawah perlindungan ketat pasukan AS kemarin merupakan serangan ketiga dalam pekan ini. Militer AS mengatakan, satu tentara koalisi di bawah pimpinan AS, dua warga sipil AS, dan satu tentara Irak terluka akibat serangan-serangan tersebut.
Polisi Irak menyebutkan, sedikitnya 11 warga Irak tewas di berbagai wilayah di Baghdad. Dua tentara AS juga tewas dalam sejumlah serangan terpisah di Baghdad kemarin. Dengan demikian, jumlah tentara AS yang tewas sejak dilancarkannya invasi ke Irak pada bulan Maret 2003 sudah mencapai 4.003 orang.
Kendati ultimatum sudah diserukan al-Maliki, Rabu (26/3), namun tentara pemerintah di Basra kesulitan menjangkau wilayah-wilayah yang dikuasai selama bertahun-tahun oleh Tentara Mahdi di bawah pimpinan ulama radikal Syiah, Muqtada al-Sadr. Warga setempat mengatakan, para milisi menggunakan mortir, tembakan para penembak jitu, bom pinggir jalan, serta roket granat untuk melawan pasukan keamanan.
Al-Maliki, yang juga seorang Syiah, tetap bertahan di Basra untuk mengawasi tindakan tegas guna mengatasi meningkatnya kekerasan antarfaksi milisi yang saling berebut kekuasaan atas wilayah Basra, pusat industri minyak Irak, yang berlokasi di dekat perbatasan Iran.
Serahkan Senjata
Sadiq al-Rikabi, kepala penasihat untuk al-Maliki, mengatakan kelompok bersenjata Basra yang menyerahkan senjata pada polisi hingga hari Jumat dan menandatangani kesediaan untuk menghentikan kekerasan, tidak akan dihukum.
Bentrokan jalanan yang meletup beberapa hari terakhir juga menyulut ekskalasi kekerasan yang dramatis setelah situasi Irak relatif tenang dalam waktu satu bulan terakhir.
Pendukung al-Sadr sangat berang akibat penahanan dan tindakan tegas yang dilakukan Pemerintah Irak baru-baru ini. Mereka mengatakan, pasukan AS dan Irak mengambil keuntungan dari gencatan senjata bulan Agustus untuk memporak-porandakan gerakan para pendukung al-Sadr. [AP/AFP/E-9]