
[JAKARTA] Dikenal sebagai stasiun televisi swasta yang selalu identik dengan musik dangdut, ternyata tidak menghalangi upaya Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) membuat program acara musik lainnya. Awal Maret ini, TPI melakukan terobosan lewat program barunya, "Karaokean Yuuk" yang mengajak peserta bermain sekaligus menguji pengetahuan musik.
"Musik itu universal dan supaya permainan menjadi lebih kaya dan diterima oleh kalangan, lagu-lagu yang kami tampilkan tak hanya dangdut saja tapi campuran," kata Manajer Hubungan Masyarakat (Humas) TPI, Ella Sari kepada SP, di Jakarta, Rabu (26/3).
"Karaokean Yuuk" merupakan program acara permainan karaoke berdurasi 60 menit dan melibatkan jumlah kontestan yang besar. Program yang disiarkan setiap Senin-Jumat, pukul 12.00-13.00 WIB itu menyuguhkan kekagetan dan kepanikan peserta saat mereka harus segera menyanyikan sebuah lagu dengan model karaoke.
"Kami mencoba membawa emosi penonton terbawa dalam permainan tersebut, karena ada juga unsur kepanikan dan ketegangan dalam acara itu," kata Ella.
Tak hanya ketegangan dan kepanikan, gaya para kontestan juga menambah nilai hiburan tersebut. Acara dipandu seorang host lucu berpengetahuan luas di bidang musik, serta dapat menirukan berbagai macam gaya, Evan Naro. Setiap episode menyertakan lima tim yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tim dipilih oleh host secara acak dari 25 tim yang ada di floor.
Penilaian peserta dilakukan lima orang juri dari kalangan public figure, seperti pelawak, artis, imitator, maupun tokoh lain di tiap episodenya. Kelima juri akan mengangkat papan bergambar Mr Smily tersenyum bila suka atau Mr Smily bete bila tidak suka.
Selain itu, untuk menambah semarak "Karaokean Yuuk," TPI menampilkan band "De Presto." Grup band dengan gaya unik, lucu, dan bisa menyanyikan berbagai jenis lagu itu menguatkan kesan seru, lucu, dan tegang dalam program tersebut.
Diakui Ella, acara semacam itu memang telah ada di stasiun televisi lain yang juga masih satu grup dengan TPI. Tetapi, sasaran dan konsep "Karaokean Yuuk" berbeda. Ketika ditanya tentang kesan TPI yang terkesan ikut-ikutan, Ella membantahnya.
"Kami meluncurkan acara itu berbarengan, sehingga kami bukan ikut-ikutan. Lagipula segmen dan permainannya kan berbeda," katanya.
Pencinta Musik
Menurut Ella, segmen pasar yang diincar TPI adalah semua kalangan pencinta musik, baik anak-anak, orang dewasa, maupun orangtua. Permainan karaoke ini dibagi dalam empat babak. Pada babak pertama, yang dinamakan babak estafet lagu, sebanyak 25 tim akan diuji pengetahuan tentang lagu dan kepercayaan antaranggota tim.
Pemandu acara akan berkeliling floor, di mana 125 orang tersebar untuk mencari anggota tim yang akan bertanding pada episode tersebut dengan cara menguji kemampuan ber nyanyi peserta secara acak. Tim yang paling heboh yang akan turun dan melaju ke babak berikut. Setelah terkumpul lima tim, secara bergiliran tiap tim diminta untuk menghadap layar dan menyanyikan atau menebak potongan lagu yang sudah disiapkan. Jika salah satu anggota tidak bisa menyanyikan dengan benar, maka akan diganti dengan anggota tim lain. Dari 5 Tim akan diambil 4 tim untuk lanjut ke babak berikutnya.
Di babak kedua, setiap tim menghadap monitor dan diminta menyanyikan satu lagu lengkap dengan lirik secara bergiliran. Pada babak ini, juri menilai ketepatan dan kelucuan peserta saat harus berkonsentrasi dan bagaimana setiap tim menghadapi kekagetan mereka ketika lirik lagu tidak lengkap. Dari empat tim di babak ini, diambil tiga tim untuk lanjut ke babak berikutnya.
Empat tim yang lolos ke babak ketiga, empat peserta dalam tim akan masuk ke dalam model ruang karaoke transparan. Keempat Anggota tim akan berada di ruang kaca menyanyikan potongan lagu. Di luar, perwakilan anggota akan menebak judul lagu berdasarkan clue, gaya, atau gerak bibir. Satu tim yang lolos di babak ini, akan masuk ke babak "Lagu Bonus."
Di babak akhir tersebut, satu orang perwakilan tim, akan diberikan layar karaoke dan boleh memilih kategori pop atau dangdut, dan diminta menyanyikan lagu serta menebak judul potongan lagu-lagu tersebut. Selama perwakilan tim menyelesaikan tugasnya, anggota tim lain diberikan tugas pengalihan perhatian seperti, menempel pada dinding yang diberi perekat dan akan bergerak searah jarum jam, di sisi lain ada kolam isi air, jadi bila perwakilan tim tidak bisa menjawab, anggota timnya akan tercebur di kolam. Pengalihan lain menggunakan treadmill yang berisi perkakas dapur.
Pada segmen ketiga, TPI menyediakan hadiah berbentuk uang bagi setiap tim yang gagal melaju ke babak berikut. Bagi tim yang gagal di segmen keempat berhak mendapat uang dua juta rupiah ditambah bonus lagu di babak sebelumnya, sehingga total mencapai lima juta rupiah. Hingga saat ini, menurut Ella, jumlah peserta yang mendaftar sudah cukup banyak sehingga prospek acara ini ke depan cukup menjanjikan. [SYH/N-4]