![]()
[NEW YORK] Produsen peralatan telekomunikasi dunia, Motorola Inc, bakal memecah unit usahanya menjadi dua perusahaan terbuka pada 2009. Pemecahan itu akan menempatkan produksi telepon seluler menjadi unit bisnis yang terpisah dengan unit bisnis lainnya.
Pengumuman rencana tersebut disampaikan Rabu (26/3). Rencana itu, tampaknya terkait dengan ekspansi agresif Nokia dan Samsung hingga mengurangi pangsa pasar Motorola.
Rencana manajemen untuk memecah unit bisnisnya, mendorong kenaikan harga saham Motorola hingga 5 persen pada perdagangan Rabu, dari US$ 2 per lembar. Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasarnya pun meroket dari US$ 4 miliar, menjadi US$ 10,3 miliar.
Kalangan analis menilai, langkah pemecahan itu akan membantu Motorola untuk menegosiasi kemungkinan membangun usaha joint venture, bahkan menjual unit bisnis telepon selulernya. Pemecahan tersebut membuka peluang manajemen mencari mitra produsen telepon seluler dari Tiongkok dan Jepang, untuk memperbesar pangsa pasarnya di Amerika Serikat.
"Kemungkinan besar akan ada joint venture di unit produksi telepon seluler. Ini kabar yang positif, karena menunjukkan keseriusan langkah manajemen merestrukturisasi usahanya," ujar analis dari Avian Securities, Tero Kuittinen.
Saat ini, Motorola menempati peringkat ketiga dari daftar produsen telepon seluler dunia. Diharapkan rencana pemecahan tersebut akan mendongkrak manajemen di unit komunikasi bergerak. [Reuters.com/A-17]