[JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para buruh. Penyelesaian masalah antara pekerja dan pengusaha harus dilakukan dengan cara dialog, bukan dengan PHK. Sebab, baik pekerja maupun pengusaha saling membutuhkan.
Penegasan itu disampaikan Presiden Yudhoyono menyampaikan hal itu dalam sambutannya saat membuka Musyawarah Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (26/3).
Presiden mengakui, setiap kali terjadi PHK terhadap para pekerja, dia tidak bisa tidur. Sebab, dengan begitu di depan Istana Merdeka banyak orang yang berunjuk rasa. Demikian pula pesan singkat bertubi-tubi masuk ke telepon selulernya dan kotak pos 9949.
Karena itu, dia meminta supaya pengusaha dan pekerja terus bermitra. Hubungan bipartit harus terus dikembangkan. Penyelesaian masalah antara pengusaha dan pekerja pun harus diselesaikan secara bipartit. Pemerintah, kata dia, akan membantu dengan membuat aturan perundangan yang lebih baik.
Bagi Presiden, hubungan yang baik antara pengusaha dan pekerja akan membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Sebab dengan hubungan yang baik itu akan semakin banyak investor yang mau menanamkan modalnya di Indonesia. Bila itu terjadi, kesempatan dan lapangan kerja akan semakin tersedia, sehingga jumlah pengangguran akan menurun. Pada saat yang sama jumlah orang miskin bisa terkurangi.
Bila jumlah investasi meningkat, penerimaan pajak juga akan meningkat. Dia pun berjanji, dengan pemasukan pajak yang besar, pemerintah akan dapat lebih leluasa mengelola APBN.
"Kalau investasi lebih banyak di Indonesia, pahalanya tinggi, rakyat senang dan saya yang sedang mengemban amanat pun senang," kata Presiden Yudhoyono.
Sementara itu, Ketua Umum Apindo Sofyan Wanandi pada kesempatan yang sama juga mengemukakan, bahwa Munas Apindo akan menegaskan hubungan kemitraan antara pengusaha dan serikat pekerja. Politik dan paradigma lama yang mengkotak-kotakkan pengusaha dan pekerja harus ditinggalkan, dan segera memulai paradigma baru. Sebab, tanpa pekerja dunia usaha tidak akan berkembang, dan tanpa pekerja dunia usaha tidak bisa berbuat apa-apa.
Dukung Pemerintah
Pada bagian lain, Presiden meminta agar penggunaan bahan bakar dan energi harus dihemat. Sebab, di Indonesia masih terlalu banyak pemborosan baik listrik, telepon, maupun bahan bakar, terutama untuk lembaga-lembaga pemerintah yang merasa tidak membayar.
Sehubungan dengan itu dia meminta para pengusaha untuk mendukung program pemerintah menghemat bahan bakar minyak (BBM) dan energi. Bila tidak, akan semakin besar subsidi yang ditanggung negara.
Dia juga meminta dunia usaha mendukung upaya pemerintah mengendalikan harga pangan, harga kebutuhan pokok masyarakat yang terus meningkat saat ini. [A-21]