SUARA PEMBARUAN DAILY

Penggantian Total Pengurus PSSI Jalan Terbaik

[JAKARTA] Suporter sepakbola Indonesia yang tergabung dalam Kelompok Pencinta Bola Indonesia (KPBI) berunjuk rasa menuntut penggantian total pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terutama Ketua Umum Nurdin Halid, Selasa (25/3). Penggantian total itu merupakan jalan terbaik bagi sepakbola Indonesia.

Kelompok tersebut gabungan dari berbagai suporter klub seperti Aremania (Arema Malang), Pasoepati (Persis Solo), Laskar Benteng Viola (Persita Tangerang), Slemania (PSS Sleman), dan Jakmania (Persija Jakarta). Mereka memulai aksi dari Bundaran Bank Indonesia menuju Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora) dan kantor PSSI di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Di kantor PSSI, para pengunjuk rasa yang berjumlah sekitar 200 orang ditemui Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes. Ia mengatakan perombakan pengurus itu sudah masuk dalam agenda revisi Pedoman Dasar (PD) atau statuta PSSI yang tengah diselesaikan.

"Draf revisi statuta sudah selesai dikerjakan, tinggal diserahkan pada AFC. Seharusnya sudah bisa diserahkan, namun mereka sedang sibuk, AFC meminta agar pertemuan dengan PSSI ditunda," ujar Nugraha.

Ia menegaskan, AFC memberi tenggat hingga 4 Mei mendatang untuk menyelesaikan revisi statuta tersebut. Setelah statuta selesai diratifikasi, penggantian anggota Komite Eksekutif, termasuk Nurdin Halid diatur dalam konggres pemilihan pengurus juga diberi waktu sampai 4 Agustus mendatang. "Jadi semuanya harus mengikuti prosedur, saya hanya menjalankan tugas," kata Nugraha dengan nada meninggi.

Koordinator KPBI Muhammad Faisal Abdullah menanggapi pernyataan Nugraha tersebut dengan mengingatkan pada poin pertama tuntutan mereka. Poin pertama yang dituntut mengenai pencopotan Nurdin dari jabatannya yang masih mendekam di penjara.

"Kami menggelar aksi ini dengan damai dan ingin mendapat kejelasan mengenai keseriusan pengurus mencopot Nurdin dan kroni-kroninya. Kami ingin kepengurusan PSSI yang akan dibentuk bersih dari kepentingan bisnis dan politik," Faisal menegaskan.

"Ketidakberesan dalam sepakbola Indonesia berawal dari para pengurusnya. Pelaksana di bawah tak beres karena melihat orang di atasnya," imbuh pentolan Aremania tersebut.

Secara struktur, katanya, permasalahan yang mengerogoti tubuh PSSI saat ini datang dari dalam kepengurusan yang sarat berbagai kepentingan. Hal itu berbuah tuntutan para suporter agar PSSI melakukan reformasi total kepengurusan sekarang. "Bagaimana mungkin seorang terpidana masih dipertahankan sebagai ketua. Ada apa dengan itu?" ujar Faisal.

Faisal mengatakan, PSSI harus bersikap profesional dan berani melakukan perombakan internal. Baik suporter maupun pengurus PSSI harus menjalankan fungsi masing-masing sesuai visi persepakbolaan nasional.

Saat unjuk rasa di depan kantor Mennegpora, para pengunjuk rasa ditemui oleh Staf Ahli Menpora, Djohar Arifin Husin. Djohar mengatakan Mennegpora Adyaksa Dault sudah mengetahui krisis di tubuh PSSI dan peduli akan hal tersebut. "Mennegpora akan mempidanakan pengurus PSSI jika lembaga tersebut sampai dibekukan FIFA," ujarnya. [MYS/ATW/NCW/W-11]


Last modified: 26/3/08