SUARA PEMBARUAN DAILY

Digugat Cerai Suami, Ibu Ajak Anak Bunuh Diri

Tragedi Junania Mercy (36) nyaris terulang. Masih belum hilang dari ingatan ketika warga Jalan Taman Sakura, Kota Malang, Jawa Timur itu, memilih mengakhiri hidupnya bersama keempat anaknya pada awal 2007, dengan minum racun serangga.

Pada Sabtu (15/3), Y Indah Susiati (29) menempuh langkah yang sama. Beruntung ibu beranak tiga itu, dapat diselamatkan tim medis RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang setelah ia menenggak satu gelas racun serangga.

Kenekatan Indah, perempuan berparas cantik yang tinggal di Desa Pakis, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang itu, tidak urung mengundang banyak tanda tanya. Tidak saja tetangga kanan kiri dan warga satu lingkungan kampung, namun juga anggota tim medis dan paramedis RSSA Kota Malang yang menolong dan merawatnya.

Tidak seharusnya perempuan muda dan berpenampilan menarik itu memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya. Apalagi dengan mengajak ketiga anaknya, yang terbesar duduk di bangku SMP, dan dua lainnya masih duduk di bangku SD, untuk bersama-sama berpulang ke alam baka.

"Ibu sudah putus asa ketika mengetahui ayah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama (PA) pada Selasa (12/2) yang lalu. Ibu yang menikah dengan ayah ketika berusia belasan tahun, merasa dikhianati ayah yang hendak menikahi perempuan muda lain yang baru dikenalnya," ujar Melati (12), sebut saja demikian, anak pertama Indah dan Sholeh (34). Melati terpaksa membolos sekolah karena menunggui ibunya yang sedang dirawat di RSSA Kota Malang, bersama kedua adiknya, Senin (17/3) lalu.

Baik Melati maupun kedua adiknya yang masih membutuhkan belaian kasih sayang kedua orangtua, menyatakan sangat menyesali kemauan ayah mereka yang demikian tega hendak menceraikan ibu mereka.

"Ibu Indah batinnya sangat terpukul dan jiwanya menjadi labil, sehingga secara diam-diam merencanakan untuk mengakhiri hidupnya bersama ketiga anaknya, guna membuktikan rasa setianya kepada sang suami," ujar Dra Renny Sriastuti SPsi, psikolog di Malang, mengomentari peristiwa yang dialami Indah.

Menolak

Beruntung Melati dan kedua adiknya, yang sebelumnya juga diminta ibunya untuk ikut menenggak racun serangga yang sudah dituang ke dalam tiga gelas, menolak keras permintaan ibunya. Mereka menolak ajakan si ibu dengan cara menangis sejadi-jadinya, hingga mengundang perhatian tetangga. Para tetangga datang langsung berdatangan menolong mereka.

Para tetangga terkejut melihat Indah sudah terkapar di lantai dengan mulut berbusa. Salah seorang tetangga langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Pakisaji, yang hanya berjarak beberapa ratus meter.

Berkat kecepatan petugas Polsek, Indah langsung diangkut mobil patroli ke puskesmas guna memperoleh pertolongan pertama. Baru beberapa menit kemudian, sesudah sebagian racun serangga yang diminum termuntahkan, Indah dirujuk ke RSSA Kota Malang.

Kapolsek Pakisaji AKP Handoyo secara terpisah menyatakan akan meminta keterangan Indah jika keadaannya sudah memungkinkan. "Suaminya masih kita cari dan akan kita mintai keterangan pula terkait modus operandi percobaan bunuh diri istrinya," ujar Handoyo.

Ia menjelaskan, kasus tersebut selain dapat dijerat dengan tindak pidana umum (KUHP) juga merupakan pelanggaran UU Perlindungan Wanita dan Anak-anak.

Renny Sriastuti menduga Indah berbuat nekat karena ditekan orang yang selama ini paling ia cintai, yakni suaminya sendiri.

"Untuk itu yang perlu diperhatikan dalam menangani kasus Indah ini adalah mengembalikan ketegaran yang bersangkutan dalam menghadapi kemelut rumah tangganya. Kita harus membuatnya lebih percaya diri dan mampu menghadapi tantangan," ujar Renny. Keberadaan ketiga anak Indah, menurut Renny, dapat dijadikan unsur pendorong membangun kepercayaan diri dalam jiwa ibunya.

AKP Handoyo membenarkan masih terus mencari jejak suami Indah yang sudah jarang kembali pulang ke rumahnya di Pakisaji, sejak yang bersangkutan mengajukan gugatan cerai. Menurut pengakuan sementara ketiga anak Indah, ayah-ibunya tidak pernah terlibat pertengkaran kecuali awal Februari lalu ketika ayahnya tiba-tiba marah karena ibunya menolak dimadu.

Ketiga bocah itu belum mengetahui, siapa orang ketiga yang mendorong ayahnya langsung mengajukan gugatan cerai begitu keinginannya menikah lagi di- tolak ibunya. [SP/Aries Sudiono]


Last modified: 26/3/08