[MEDAN] Masyarakat yang bermukim di kawasan Jl Young Panah Hijau, Lingkungan X, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Sumatera Utara (Sumut), masih khawatir atas terbakarnya pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN), yang terbakar sejak Minggu (23/3) sore sampai Senin (24/3).
"Api memang sudah tidak ada lagi yang menyala, namun semburan gas dari dalam air masih terlihat. Kami khawatir bila ada sulutan api rokok akan kembali menyalakan kobaran api, bahkan lebih besar lagi menjilati permukiman penduduk," kata Soman (40), warga di Labuhan Deli, yang rumahnya dekat lokasi kebakaran pipa gas, Selasa (25/3).
Masyarakat yang tinggal tidak jauh dari lokasi kebakaran pipa gas tersebut sangat mengharapkan perusahaan segera memperbaikinya. Penambalan pipa gas harus segera dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Kobaran api mulai tidak terlihat sejak pukul 13.00 WIB.
Kerugian
Sementara itu, General Manager Strategic Business Unit (SBU) 3 PT PGN Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Achmad Rifa'i menyatakan, kerugian akibat dari kebakaran pipa gas tersebut sedikitnya mencapai Rp 41,3 juta atau kehilangan gas sekitar 19.700 meter kubik. Kebakaran itu akibat api rokok nelayan.
Jauh hari sebelumnya ada kebocoran pipa baja gas berdiameter 16 inchi. Api rokok nelayan tersebut yang diduga sebagai penyebab kebakaran, seiring dengan keluarnya gas dari pipa 16 inci. Sebelumnya, kebocoran ini akibat pengeboran secara liar, sekitar 27 Desember 2007.
"Pipa tersebut dibor oleh orang tidak bertanggung jawab karena mengira tempat penyaluran bahan bakar minyak (BBM). Kita sudah memperbaikinya dengan cara memasang klem. Namun, pipa tersebut bocor lagi tidak lama kemudian," sebutnya.
Pipa baja diameter 16 inci itu sebelumnya digunakan untuk penyaluran gas ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, tidak hanya pipa gas 16 inchi, PGN juga telah membuat pipa diameter 12 inci yang selesai 5 Maret 2008, untuk mendistribusikan gas ke PLN dan Pertagas. Pihak Pertagas belum dapat menyetujui dengan alasan tekanan gas di PLN sedang terhenti.
"Saat ini pendistribusian gas harus melalui pipa 12 inci. Dan tidak ada masalah lagi menyusul kejadian kebakaran pipa gas tersebut. Segala bentuk antisipasi agar kobaran api tidak merembet ke permukiman penduduk juga sudah dilakukan. Tidak ada pemadaman listrik akibat dari kebakaran ini," sebutnya. [AHS/M-11]