[MERAK] Kepolisian Perairan (Pol Air) Polda Banten berhasil mengidentifikasi pelaku pencuri kabel dari dasar laut dan tempat kejadian perkara (TKP) pencurian kabel bawah laut yang terletak di Jakarta. Itu berdasarkan pengaduan perusahaan yang melaporkan kabel yang dipasang di bawah laut selalu hilang.
Polisi sudah menemukan titik cerah untuk membongkar jaringan perompak. Sejumlah anggota penegak hukum (Gakum) Pol Air Polda Banten sudah diterjunkan ke daerah-daerah target operasi.
Direktur Pol Air Polda Banten, AKBP Alex F Rasad, Selasa (25/3) mengatakan, dari hasil penyelidikan dan keterangan yang diperoleh Pol Air, kabel itu berfungsi sebagai jaringan listrik sebuah perusahaan di Jakarta dan Tangerang. Namun, Alex belum mengetahui perusahaan-perusahaan yang menggunakan listrik melalui jalur dasar laut.
"Kami sudah mendapat laporan bahwa tempat kejadian perkara (TKP) pencurian kabel dasar laut itu berada di perarain Jakarta dan Tangerang. Namun, untuk wilayah yang pastinya, saya belum mengetahui secara detail karena hanya berbentuk laporan dari salah seorang yang mengaku sebagai pemilik perusahaan di Jakarta yang bernama Bambang. Ia mengaku sering terjadi kehilangan kabel listrik untuk perusahaannya itu," katanya.
Pencurian kabel dari dasar laut itu, ternyata sudah terjadi berulang-ulang. Dari keterangan lain, polisi menyatakan, sempat terjadi di perairan Tangerang dan Jakarta. Oleh karenaya, diduga sebuah kapal yang diamankan petugas Pos Pol Air Karangantu, Serang, merupakan tindakan untuk menghilangkan jejak dari TKP. Padahal, barang curian itu juga dikirim ke Jakarta.
"Kami menunggu kedatangan Bambang yang rencananya akan mendatangi markas Pol Air Polda Banten dan memberikan keterangan. Kami baru menerima pengaduan melalui telepon saja. Diduga, pelaku pencurian merupakan kelompok jaringan perompak beberapa kapal, dan modus pencurian dengan cara penyelaman," ujarnya.
Hingga kini Pol Air Polda Banten masih mengamankan satu unit Kapal Motor (KM) Lumayan asal Tanjung Priok. [149]