SUARA PEMBARUAN DAILY

Empat Tersangka Kerusuhan Atambua Ditahan

[KUPANG] Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Belu menahan empat tersangka dalam kasus kerusuhan di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 12 saksi. Demikian Kapolres Belu, AKBP Mulyadi Kaharni ketika dihubungi lewat telepon selulernya di Atambua, Rabu (26/3) pagi.

Dikatakan, penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan dengan menghadirkan saksi-saksi lain. Sehingga tidak tertutup kemungkinan bertambahnya tersangka baru dalam kasus ini. Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi seputar kerusuhan tersebut, sehingga penyelidikan terhadap kasus ini dapat dituntaskan.

Menurut Mulyadi, hingga Rabu pagi, situasi keamanan di Motabuik makin kondusif. Sejumlah petugas dari Polres Belu masih disiagakan di lokasi kejadian, didukung dua satuan setingkat regu (SSR) dari TNI AD yang melakukan patroli keamanan pada malam hari.

Secara terpisah, Bupati Belu, Joachim Lopez mengatakan, peristiwa yang terjadi di Motabuik sama sekali tidak bermuatan politik, melainkan peristiwa kriminal murni. Itulah sebabnya, penanganan kasus ini telah diserahkan kepada polisi agar diusut tuntas.

Disayangkan

Ia menyayangkan, peristiwa Motabuik justru terjadi pada Hari Raya Paskah yang merupakan hari raya keagamaan pemeluk agama katolik dan kristen yang mendominasi total penduduk Kabupaten Belu. Polres Belu diminta menertibkan penjualan minuman keras serta menangkap kelompok-kelompok pemuda yang kedapatan sedang mengonsumsi minuman keras.

Kasus tersebut berawal dari penganiayaan yang dilakukan sejumlah pemuda yang sedang mabuk terhadap Paulo dos Santos, warga eks Timtim asal Noelbaki, Kupang, Sabtu (22/3) malam. Saat itu, ketika Paulo bersama dua gadis sedang melintasi tempat kelompok pemuda mabuk itu dalam perjalanan pulang ke rumah pamannya.

Keesokan harinya, saat pulang mengikuti misa Paskah di gereja, Paulo kembali terlibat perkelahian dengan sekelompok pemuda di Fatukbot. Paulo terjatuh ketika ada yang memukul bagian kepala dan lehernya. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Paulo tak tertolong. [120]


Last modified: 26/3/08