[KUPANG] Penanganan terhadap balita gizi buruk dan gizi kurang tanpa kelainan klinis di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak selancar yang diharapkan. Pasalnya, bahan makanan untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa beras, kacang hijau, minyak goreng, susu, dan telur harus dibeli dari Kupang.
Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao, Jonathan Lenggu ketika dihubungi melalui telepon di ruang kerjanya, Rabu (26/3) pagi mengatakan, truk yang membawa bahan makanan untuk PMT tersebut tidak terangkut kapal feri selama tiga hari berturut-turut. Itulah sebabnya, PMT tahap II baru akan dibagikan kepada para kepala puskesmas, siang ini.
Dikatakan, meningkatnya jumlah penderita gizi buruk dan gizi kurang setelah petugas kesehatan melakukan koordinasi dengan perangkat desa. Di mana, hingga kini tercatat 221 balita gizi buruk dan 1.247 balita gizi kurang tanpa kelainan klinis. Sementara itu, 14 balita penderita marasmus dan satu penderita kwashiorkor sedang dalam penanganan khusus di rumah sakit.
Dana Terbatas
Menurut Lenggu, pemerintah terus berupaya dengan anggaran yang ada untuk menyediakan makanan tambahan bagi seluruh balita yang teridikasi gizi buruk dan gizi kurang, meskipun dananya sangat terbatas. Sementara itu, Yayasan Thoedora, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kemanusiaan telah menyalurkan 207 paket PMT dan 50 paket makanan pengganti (MP) Air Susu Ibu (ASI).
Secara terpisah, Wali Kota Kupang, Daniel Adoe mengatakan, saat ini pihaknya memprioritaskan penanganan terhadap 686 balita yang menderita gizi buruk dan 3.023 balita gizi kurang dan enam penderita marasmus yang tersebar di berbagai ke- lurahan di Kota Kupang. Di mana, bantuan PMT dan obat-obatan dilakukan dengan menggandeng Paguyuban Sosial Warga Tionghoa Indonesia (PSWTI) NTT.
Dikatakan, keterlibatan PSWTI NTT merupakan wujud kepedulian terhadap mereka yang menderita gizi buruk dan gizi kurang di kota ini, setelah melakukan kunjungan untuk melihat dari dekat kondisi sejumlah penderita gizi buruk di kediamannya serta dua penderita marasmus yang sedang dalam perawatan di Puskesmas Sikumana.
Pengurus PSWT NTT sepakat untuk menunjang Pemerintah Kota Kupang dengan menyiapkan bantuan berupa paket PMT dan obat-obatan senilai Rp 15.000 per balita per hari. [120]