
[MAKASSAR] Sekitar dua bulan melakukan pemantauan ke berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Penjabat Gubernur Sulsel, Achmad Tanribali Lamo melihat ada ketimpangan yang dilakukan kalangan perbankan, khususnya terhadap pelaku usaha ekonomi mikro atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Saya melihat perbankan lebih memperhatikan kontraktor atau pengusaha yang sudah besar untuk mendapatkan kredit, dibanding masyarakat kecil yang memiliki usaha industri rumah tangga," ujarnya saat mengunjungi Kantor Bank Indonesia (BI) Makassar, Selasa (25/3) untuk bersilaturahmi dengan Pimpinan BI Makassar, Rizal A Djaafara.
Wacana untuk menumbuhkan ekonomi kecil yang berbasis kerakyatan di Sulsel belum maksimal dilaksanakan, ada kecenderungan perbankan lebih menaruh harapan pada pengusaha yang sudah besar. Untuk menumbuhkan roda perekonomian rakyat, perbankan harus memberikan porsi layanan yang lebih besar kepada pengusaha mikro, terutama yang bergerak di sektor pertanian tanaman pangan.
Kesulitan Dana
Alasan Tanri meminta perhatian pada pelaku usaha yang bergerak di bidang pangan, mengingat daerah Sulsel merupakan lumbung pangan dengan surplus beras tahunan antara 1 sampai 1,3 juta ton. Akan tetapi, petani selalu mengeluh kesulitan dana untuk menopang biaya produksinya.
Tanribali ditugasi sebagai caretaker untuk menstabilkan kondisi Sulsel saat menghadapi sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada). Tak lama lagi Tanribali akan mengakhiri masa tugas penjabat gubernur Sulsel, tinggal menunggu waktu pelantikan pasangan pemenang Pilkada, Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang.
Permintaan Tanri disambut baik oleh Pimpinan BI Makassar, Rizal A Djaafara. BI selama ini memang sudah menyediakan tenaga untuk membantu masyarakat di berbagai sektor usaha agar dapat meningkatkan pengetahuan dan pendapatannya menuju keluarga yang lebih sejahtera. [148]