
Seorang anggota polisia mengemudikan bus umum untuk mengangkut penumpang yang telantar di Terminal Cicaheum, Bandung, Rabu (26/3) pagi. Ribuan pengemudi angkutan kota dari puluhan trayek sepakat mogok sebagai tuntutan kepada Pemerintah Kota Bandung agar menertibkan angkutan kota "gelap". SP/Adi Marsiela
[BANDUNG] Ratusan awak angkutan kota (angkot) dari berbagai trayek di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) mogok beroperasi semenjak Rabu (26/3) pagi. Atas aksinya itu, Ketua Umum Koperasi Jasa Angkutan Bandung Tertib (Kobanter) Baru, Asmudiyanto memohon maaf kepada seluruh pengguna jasa angkot di Kota Bandung.
Aksi mogok para pengemudi yang dinaungi oleh Kobanter Baru ini sebagai bentuk penolakan atas peraturan usia maksimum angkot yang diatur oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Mereka juga menuntut pemkot menertibkan angkutan liar yang menyerobot trayek angkot. Pasalnya, angkutan liar itu adalah kendaraan pribadi dengan pelat hitam yang mengangkut penumpang di trayek angkot. "Itu merugikan supir angkot," tegas Ketua Umum Kobanter Baru, Asmudiyanto.
Meski menyatakan mogok, masih ada angkot jurusan Abdul Muis-Ledeng, Dago - Kebon Kalapa, Stasiun Hall-Lembang, dan Ciroyom Lembang yang beroperasi. Angkutan bus Damri juga masih beroperasi seperti biasa.
Berdasarkan pengamatan SP, aksi mogok itu mengakibatkan ratusan penumpang yang berada di Terminal Cicaheum terlantar. Terminal ini merupakan pintu menuju Kota Bandung dari timur. Para penumpang yang tidak mendapatkan angkot akhirnya diangkut dengan bantuan pihak kepolisian.
Untuk penumpang yang menuju ke Ciroyom, polisi menggunakan truk pengendalian massa. Sementara untuk ke jurusan Ledeng, polisi merelakan mobil patroli miliknya. Selain itu, polisi juga mengangkut penumpang untuk ke arah Alun-Alun dengan memberhentikan sebuah mini bus.
"Semua kami kawal dengan minimal dua anggota," ungkap Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bandung Tengah AKP Rusdiandi. [153]