[JAKARTA] Guru Besar Emeritus Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Conny Semiawan, mengatakan, sudah lebih dari 60 tahun pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan nasional di tingkat satuan pendidikan dasar di Indonesia masih cenderung dilakukan dengan pola monotan, tradisional, dan membosankan siswa.
"Sudah saatnya reformasi pendidikan dan pengajaran dilakukan dengan pendekatan transdisiplinaritas," ujar Conny dalam seminar pendidikan bertajuk "Transdisiplinaritas Ilmu Dalam Pendidikan Dasar", di Jakarta, Selasa (25/3).
Dia menjelaskan, dengan pendekatan tersebut maka pendidikan akan menjadi mengasyikan dan mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya. Padahal, katanya, pola belajar secara terintegrasi telah dimulai tahun 1983 oleh Komisi Khusus Departemen Pendidikan Tinggi, yang kala itu dianggap suatu pendekatan baru dalam proses pembelajaran bagi calon guru sekolah dasar.
"Bukanlah suatu fenomena yang asing bahwa proses belajar mengajar, terutama di sekolah dasar di Indonesia merupakan aktivitas yang sangat monoton, dan guru sangat tradisional dalam proses pembelajaran. Mengajar adalah aktivitas pekerjaan yang dilakukan sesuai peraturan, tetapi sering tanpa komitmen untuk mendidik," tuturnya.
Menurut dia, yang terjadi di banyak sekolah dalam kegiatan belajar mengajar proses transfer pengetahuan, itupun kalau bisa siswa disuruh menghafal sebanyak mungkin. Padahal, menurutnya, memorisasi adalah tingkat paling rendah dalam domain kognitif.
Terlalu Banyak
Dia mengatakan, terlalu banyak tekanan yang telah diberikan pada aspek intelektual dalam proses belajar mengajar, yang adalah juga terlalu verbalistis tanpa terlalu memperhatikan belajar berdasarkan penghayatan pengalaman yang bermakna.
Secara teoritis dapat dikatakan, proses kegiatan belajar dan mengajar tidak memberikan kesempatan untuk berfungsinya belahan otak kanan, sehingga memberikan respon kreatif secara harmonis dalam berfungsinya belahan otak kiri.
Sementara itu, dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad Zuhdi, mengatakan, pendekatan transdisiplinaritas sangat perlu diadopsi dalam sistem pendidikan nasional guna mengantarkan masyarakat melihat persoalan secara lebih komprehensif.
Penggunaan pendekatan transdisiplin dalam pengembangan ilmu pengetahuan dilakukan lewat jalur penelitian dan pendidikan. [E-5]