SUARA PEMBARUAN DAILY

Kompleks Perwakilan Asing Diserang

Milisi Al-Sadr Turun ke Jalan-jalan Kota Baghdad

AP/Alaa Al-Marjani

Para pengikut al-Sadr melakukan demonstrasi di Najaf, Irak, Selasa (25/3).

[BAGHDAD] Tantangan terberat sejak beberapa bulan terakhir kini tengah dihadapi oleh para pemimpin Irak setelah para milisi Syiah yang loyal pada ulama antiAmerika, Muqtada al-Sadr, melancarkan perlawanan untuk merebut kendali atas wilayah selatan Baghdad. Milisi al-Sadr juga melancarkan serangan roket tanpa henti ke Green Zone, kompleks pemerintahan Irak dan perwakilan asing di Baghdad yang dijaga ketat pasukan Amerika Serikat (AS).

Milisi Tentara Mahdi yang bersenjata lengkap kemarin tampak turun ke sejumlah jalan di seantero Baghdad untuk pertama kalinya dalam lebih dari enam bulan terakhir. Pertempuran berlangsung setelah para pengikut al-Sadr mengumumkan perlawanan nasional dan demonstrasi untuk memprotes tindakan keras yang dilakukan pemerintahan PM Nouri al-Maliki terhadap gerakan mereka. Para pedagang langsung menutup toko-toko mereka di kawasan-kawasan perdagangan di sejumlah wilayah permukiman Baghdad.

Sementara itu, militer AS menyebutkan seorang tentara AS tewas dalam pertempuran hari Selasa sore di Baghdad. Belum ada kejelasan apakah milisi Syiah bertanggung jawab atas kematian tentara AS itu.

Tentara AS dan Irak yang didukung sejumlah helikopter melancarkan serangan militer terhadap milisi-milisi Syiah di distrik Kota Sadr, Baghdad, setelah kantor Partai Dawa dukungan al-Maliki diserang. Warga setempat melaporkan terjadi ledakan dan baku tembak secara beruntun di distrik Kota Sadr pada Selasa malam.

Meskipun semua pihak tampaknya enggan menyulut api ketegangan, Brigjen Ed Cardon, asisten komandan gugus tugas AS yang beroperasi di wilayah selatan Baghdad, mengatakan situasi di wilayah selatan sangat rumit dan potensi terjadinya salah perhitungan sangat besar.

Krisis yang semakin berkembang, sebagai bagian dari pertarungan perebutan kekuasaan sengit di antara faksi-faksi politik Syiah, menimbulkan implikasi sangat besar bagi AS. Ekskalasi dapat merusak gencatan senjata yang diproklamirkan al-Sadr pada bulan Agustus lalu. Meningkatnya peperangan yang dilancarkan milisi al-Sadr dapat menewaskan lebih banyak lagi tentara AS. [AP/E-9]


Last modified: 26/3/08