SUARA PEMBARUAN DAILY

Dana Bantuan Afghanistan Terbuang Percuma

[KABUL] Terlalu banyak dana bantuan untuk Afghanistan terbuang percuma, yang dihabiskan hanya untuk membiayai pendapatan tinggi para pekerja asing, keamanan, dan akomodasi para pekerja asing itu di Afghanistan. Demikian disebutkan dalam laporan kelompok kemanusiaan yang dipublikasikan, Selasa (25/3).

Menurut Badan Pemulihan Afghanistan, prospek terciptanya perdamaian di Timur Tengah terganggu karena negara-negara Barat tidak memenuhi janji mereka mengirimkan dana bantuan serta karena dana bantuan yang telah mereka kirimkan lebih banyak digunakan untuk membiayai para pekerja ekspatriat.

Sejak 2001, total bantuan yang dijanjikan komunitas internasional mencapai US$ 25 miliar, tapi baru sekitar US$ 15 miliar yang sudah dikirimkan. Namun, sekurangnya 40 persen dari jumlah bantuan itu atau sekitar US$ 6 miliar, lari kembali ke negara-negara donor melalui keuntungan perusahaan dan gaji konsultan.

"Dana bantuan dalam jumlah yang besar diserap untuk gaji yang tinggi, biaya hidup, keamanan, transportasi, dan biaya akomodasi para pekerja asing untuk perusahaan konsultan dan kontraktor," demikian disebutkan dalam laporan itu. Disebutkan juga, nilai yang dihabiskan untuk itu terus meningkat.

Gaji untuk seorang konsultan asing yang bekerja di Afghanistan sekitar US$ 250.000 per tahun atau 200 kali lebih tinggi dibandingkan pendapatan tahunan warga sipil Afghanistan, yang bahkan kurang dari US$ 1.000 per tahunnya. Amy Frumin, yang pernah menjabat dalam Agensi Pembangunan Internasional Amerika Serikat (AS) menyebut tudingan itu dinilai tidak adil.

"Anda harus membayar para pekerja asing itu dengan pendapatan yang baik, karena mereka masih kesulitan mencari orang-orang untuk mengisi posisi itu. Itu (Afghanistan) merupakan daerah berbahaya. Tidak banyak orang yang bersedia mengambil risiko untuk membahayakan dirinya," kata dia.

Laporan itu menyebutkan, donor terbesar untuk Afghanistan, USAID, badan bantuan Pemerintah AS, mengalokasikan hampir setengah dari dana bantuan mereka untuk lima kontraktor besar asal AS, yang artinya sebagian besar dana bantuan lebih banyak diserap untuk keuntungan perusahaan. [AP/B-14]


Last modified: 26/3/08