[WASHINGTON] Mantan Senator George McGovern, kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat tahun 1972, mengatakan sangat lebih mudah bagi seorang pria kulit hitam terpilih menuju Gedung Putih ketimbang perempuan.
McGovern, mantan senator South Dakota, sejak awal telah mendukung Senator Hillary Rodham Clinton. Mantan Ibu Negara itu sudah dikenal McGovern selama bertahun-tahun sejak ia membantu dirinya berkampanye untuk pemilihan 1972. Hillary kini bertarung sangat ketat melawan penantang terkuatnya, Senator Barack Obama untuk menjadi kandidat tunggal Partai Demokrat.
"Saya merasa di negara ini, akan lebih sulit untuk memilih seorang kandidat perempuan ketimbang laki-laki berkulit hitam," kata McGovern, Selasa (25/3). "Saya berharap hal itu tidak benar. Saya senang melihat Hillary sebagai seorang presiden," ia menandaskan.
McGovern mengatakan ia beberapa kali berbincang-bincang dengan beberapa pria yang tidak berpikir perempuan adalah sosok yang siap memikul tanggung jawab.
"Beberapa pria akan mengatakan, 'Well, saya pikir menjadi presiden adalah tugas yang terlampau besar untuk seorang perempuan. Saya tidak berpikir perempuan dapat mengatasi para teroris'," kata McGovern. Ia menambahkan, keraguan semacam itu nyaris tidak pernah didengarnya apabila tengah berbincang soal pria berkulit hitam.
"Saya pikir kita tidak pernah melihat seorang perempuan yang sedemikian berkualitas seperti yang sekarang tengah berada di panggung nasional," ujar McGovern merujuk Hillary.
McGovern sendiri memfokuskan kampanye pada 1972 untuk beroposisi terhadap Perang Vietnam. Ia selama ini juga kritis terhadap Perang Irak. McGovern pada awal 2008 bahkan pernah menyerukan agar Presiden AS George W Bush dan Wapres Dick Cheney dijatuhi impeachment. Ia mengatakan Hillary dan Obama punya sejumlah rencana yang cukup beralasan untuk mengakhiri konflik. [AP/E-9]