
[JAKARTA] Nasib kerja sama Panitia Besar (PB) PON Kalimantan Timur (Kaltim) dengan perusahaan penerbangan Adam Air, pengangkut resmi peserta PON XVII, belum jelas. Adam Air diharapkan segera memberi penjelasan resmi mengenai kelanjutan kerja samanya setelah berhenti beroperasi menyusul krisis keuangan. Hal ini dinyatakan D Conefanto, Marketing Manager PT Brata Nusa Pratama (CDA Group), mitra kerja sama pemasaran dan promosi PON XVII, kepada SP di Jakarta, Senin (24/3).
"Secara lisan kami sudah memberitahu pihak Adam Air. Kami tunggu jawaban resmi mereka minggu ini karena kami telah berkomitmen dengan Pengurus Besar PON," tutur Conefanto.
Sebagai pesawat pengangkut resmi PON XVII, menurut Conefanto, Adam Air telah menjanjikan 1.200 tiket gratis senilai Rp 2 miliar. Rinciannya 100 tiket untuk Pengurus Besar PON XVII, 200 tiket untuk promosi PON XVII ke 10 daerah, 300 tiket ke 17 daerah tujuan Adam Air, dan 600 tiket untuk atlet-atlet yang berprestasi pada PON XVII.
Dengan penghentian operasi Adam Air nasib kerja sama tersebut menjadi tidak jelas. Sementara PON XVII dijadwalkan berlangsung 6-17 Juli mendatang.
Karena mengalami krisis keuangan, Adam Air berhenti operasi, dan hampir dapat dipastikan kerja sama itu akan kandas di tengah jalan. Untuk itulah, Conefanto menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi. "Kami sudah menjajaki kerja sama dengan satu maskapai penerbangan milik pemerintah dan swasta. Kami berharap minggu depan masalah ini sudah dapat teratasi," Conefanto menjelaskan.
Sementara itu, Panitia Besar PON XVII Kaltim menyatakan prihatin dengan krisis keuangan yang melilit maskapai penerbangan Adam Air. Namun, menurut Wakil Ketua Harian PB PON XVII, Hermain Okol, pihaknya tidak terikat kerja sama langsung dengan Adam Air. "Semua urusan promosi dan pemasaran kami serahkan kepada CDA Group," tutur Hermain kepada SP melalui telepon selulernya. [A-11]