SUARA PEMBARUAN DAILY

Slank: Korupsi Adalah Pengkhianatan

Didit Majalolo

Kelompok musik Slank "manggung" di lobi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi , Senin (24/3). Dalam pementasan itu, Slank menyanyikan lagu bertema antikorupsi dan menyerahkan rekaman lagu-lagu antikorupsi kepada KPK.

Ada yang tau mafia peradilan

Tangan kanan hukum

di kiri pidana..?

Dikasih uang.... habis perkara..?

Apa bener ada mafia Pemilu ?

Entah Gaptek apa manipulasi data?

Jual beli... su..suara rakyat !

Mau tau gak mafia di Senayan

Kerjaannya tukang buat peraturan

Bikin UUD .. Ujung-ujungnya duit!

Reff :

Kacau balau 2x

Negaraku ini!

Itulah penggalan lirik lagu berjudul Gosip Jalanan yang dilantunkan Slank saat membuat "geger" Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (24/2) siang.

Meskipun dibawakan dalam irama musik yang menghentak keras, lirik Gosip Jalanan tetap mudah untuk dicerna dan dimengerti. Tak ayal, lagu tersebut membuat seratusan penonton "tiban" yang terdiri dari pegawai KPK, wartawan, masyarakat sekitar gedung KPK maupun polisi yang berjaga di KPK terpukau dan larut dengan aksi pentas Slank yang digelar di depan lobi utama Gedung KPK.

Suasana semakin memanas saat kelompok musik yang bermarkas di Gang Potlot tersebut kembali membawakan lagu bertemakan antikorupsi dan kritik sosial seperti Tong Kosong, Birokrasi Kompleks. Tak sedikit penonton yang berjingkrak-jingkrak dan ikut menyanyikan kedua lagu tersebut. Akhirnya, Slank menuntaskan konser singkatnya tersebut dengan lagu Naik-Naik ke Puncak Gunung. Tepuk tangan penonton tak henti-hentinya membahana di akhir pertunjukan mereka.

Slank patut diacungi jempol. Di antara kesibukan manggung, kelompok musik yang terdiri dari Kaka (vokal), Bimbim (dram), Ivanka (bas), Abdee (gitar) dan Ridho (gitar dan kibor) tersebut masih mau menyisihkan waktu dan tenaganya untuk menyadarkan orang dari praktik korupsi. Gratis pula.

"Kami secara penuh mem-back up KPK dan akan berusaha menyadarkan kalau korupsi merupakan sebuah pengkhianatan. Kami bukan pemberantas koruptor tetapi ini untuk penyadaran mental bagi generasi muda. Kami prihatin dengan merajalelanya praktik korupsi di negeri ini. Kami tidak ingin negeri ini kacau-balau," tegas Kaka kepada wartawan usai diterima pimpinan KPK.

Dengan berkampanye melalui beberapa lagunya, lanjut dia, Slank berharap tumbuh "budaya malu" di tubuh bangsa ini untuk melakukan praktek kotor korupsi dan kasus korupsi di Indonesia ke depan bisa berkurang.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap gerakan antikorupsi, grup band yang berdiri Desember 1983 itu, menyumbangkan sejumlah kopi cakram padat berisi sejumlah lagu Slank yang bertemakan antikorupsi. Rekaman bertajuk "Slank Antikorupsi" itu berisikan 13 lagu dan tidak untuk diperjualbelikan.

Kehilangan Anutan

Tak mau ketinggalan dengan Slank, penyanyi dan pembawa acara kawakan, Krisbiantoro yang secara kebetulan datang bersamaan dengan Slank ke Gedung KPK, dalam waktu dekat ini juga akan meluncurkan album yang berisi lagu-lagu bertema kebangsaan.

"Saya prihatin dengan kondisi bangsa sekarang ini. Korupsi merajalela. Anak-anak generasi sekarang seperti kehilangan tokoh anutan dan tidak mengetahui sejatinya akar budaya bangsa. Situasi ini harus diperbaiki dan kita harus bangkit dari keterpurukan," kata pria yang kini berusia 70 tahun tersebut.

Krisbiantoro menyatakan album yang akan diluncurkannya itu berisi 20 lagu lama karya sejumlah musisi kawakan yang direkam ulang. Salah satu lagu yang menjadi andalan adalah iii ciptaan Sutejo. Lagu itu, katanya, berisi pernyataan sikap antikorupsi.

Album itu akan diluncurkan pada 29 Maret 2008 di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat. Atas dukungan Slank dan Krisbiantoro terhadap upaya pemberantasan korupsi, Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah mengucapkan banyak terima kasih.

"Upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di negeri ini bukan semata tugas dari KPK tapi semua unsur dan lapisan masyarakat. Korupsi harus diberantas dan dilawan bersama-sama," ujarnya. [M-17]


Last modified: 25/3/08