Suara pembaca dikirim melalui email opini@suarapembaruan.com atau Faks ke redaksi, disertai alamat lengkap dan fotocopy identitas yang masih berlaku
Pada tanggal 21 Maret 2008, saya pergi ke Gramedia Matraman. Saya parkir di tempat parkir motor, namun terjadi hal yang tidak menyenangkan, helm saya hilang (helm tersebut digunting). Saya tanya ke petugas parkir, dia malah menanyakan mengapa helm tidak dititip di tempat penitipan helm. Saya katakan tidak tahu ada tempat penitipan helm di situ. Dia mengantar saya ke tempat penitipan helm dan sambil memukul meja mengatakan di situ tempat penitipan helm.
Saya katakan, tidak ada petunjuk bahwa di situ ada tempat penitipan helm. Mestinya di setiap tembok parkir ditempel pemberitahuan adanya tempat penitipan helm di situ. Petugas parkir itu malah mau memukul saya dan sempat dipisahkan oleh supervisornya.
Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terjadi terhadap mereka yang memarkir motornya di Gramedia Matraman.
Bernadus Leomitro K
Jakarta Utara
Bulan Mei nanti Jakarta akan bebas dari minyak tanah bersubsidi. Kebijakan ini dirasa warga Jakarta terutama dari kalangan ekonomi ke bawah sangat berat, karena belum terbiasa menggunakan gas dan harga gas terbilang mahal bagi rakyat miskin.
Untuk mengatasi masalah ini, tahun 2007 Pemprov DKI Jakarta membagikan kompor gas gratis kepada 1,5 juta kepala keluarga. Diharapkan akhir bulan April, pembagian kompor gas gratis sudah tersebar di seluruh Jakarta. Walaupun begitu, masyarakat enggan memakai kompor gas yang diberikan secara gratis. Dari liputan televisi dapat kita saksikan masyarakat masih enggan memakai kompor gas yang diberikan secara gratis. Penyebabnya bervariasi, antara lain masyarakat terbiasa menggunakan minyak tanah.
Minyak tanah masih disediakan, tetapi harganya sudah naik tiga kali lipat dari harga yang disubsidi pemerintah. Pencabutan subsidi minyak tanah untuk sementara hanya berlaku di Jakarta dan jika berhasil akan diteruskan ke daerah lainnya. Oleh karena itu, diharapkan Gubernur Fauzi Bowo mensosialisasikan secara luas pencabutan subsidi minyak tanah dan pembagian kompor gas gratis hendaknya di percepat. Kalau perlu Fauzi Bowo meninjau secara langsung ke lapangan apakah pembagian kompor gratis sudah benar-benar terlaksana atau belum.
Syafiq Hasan Futhuri
Jl Saimin No 41-44 Banten
Pada tanggal 14 Maret dan 15 Maret 2008, SP memberitakan produksi air PT Thames Pam Jaya (TPJ) yang menurun 9.5 persen, yang bersumber dari press release TPJ tanggal 13 Maret 2008. Berita- berita tersebut termuat dalam judul "Jakarta Krisis Air Bersih" yang dilanjutkan keesokan harinya dengan berita berjudul "Pemprov Kecam TPJ".
Kedua berita tsb di atas bahkan dilanjutkan dengan pemuatan berita pada edisi 17 Maret 2008 yang berjudul "TPJ Harus Bertanggung Jawab" dan Tajuk Rencana "Jakarta Krisis Air Bersih". Berita tersebut di atas dapat menimbulkan pemahaman yang kurang tepat dimana telah berlangsung krisis air dalam skala yang luas, besar dan berhari-hari. Untuk itu perlu kami jelaskan beberapa hal.
Pertama, produksi air TPJ menurun hanya berlangsung sementara tanggal 13 Maret 2008 - sesuai release yang kami keluarkan sekitar tengah hari pada hari yang sama.
Kedua, ada sekitar pukul 15.00 di hari yang sama, produksi air TPJ telah kembali pulih seiring dengan menurunnya tingkat kekeruhan air baku Perum Jasa Tirta II, Jatiluhur, dari 9.000 NTU (Nephelometric Turbidity Unit) menjadi 1.872 NTU atau sudah di bawah batas toleransi.
Ketiga, tindakan TPJ memberikan informasi melalui media massa merupakan kewajiban kami untuk memberitahukan lebih awal kepada pelanggan dalam upaya mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Meskipun demikian, tidak selalu gangguan yang telah diinformasikan tersebut memberikan dampak terburuk dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Respon cepat TPJ merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik dengan bantuan rekan- rekan media. Dalam musim penghujan, produksi air memang dapat berfluktuasi bergantung pada tingkat kekeruhan air baku dari Jatiluhur. Demikian dapat kami jelaskan.
Rhamses Simanjuntak
External Relations & Communication Director PT TPJ, Jakarta