[JAKARTA] Situasi sulit kembali melanda industri penerbangan nasional. Belum genap sepekan terpuruknya Adam Air, giliran Merpati Nusantara Airlines (MNA) menghadapi nasib serupa, meskipun belum sampai berhenti beroperasi. Manajemen MNA saat ini tengah merasionalisasi sekitar 500 karyawan.
Corporate Communication Manager MNA, Widodo Aryanti, Senin (24/3) memberi alasan, rasionalisasi yang dilakukan saat ini merupakan kelanjutan dari program restrukturisasi sejak 2007. Rasionalisasi yang dilakukan saat ini, lanjutnya, ditawarkan kepada karyawan.
"Kami melakukan rasionalisasi secara sukarela guna meningkatkan produktivitas serta menyeimbangkan rasio antara jumlah armada dan karyawan. Program ini disampaikan kepada karyawan yang berminat," jelasnya. Dia menambahkan, saat ini jumlah karyawan MNA mencapai 2.695 orang.
Untuk menunjang rasionalisasi, BUMN jasa penerbangan tersebut menyediakan dana Rp 70 miliar, yang diambil dari penyertaan modal pemerintah.
Dia mengungkapkan, langkah rasionalisasi ditempuh dua cara. Pertama, karyawan dengan sukarela mendaftarkan diri mengikuti program tersebut. Untuk itu, diberi kompensasi yang sesuai dengan masa kerja, jabatan, serta usia.
Kedua, perusahaan merelokasi sekitar 250 karyawan teknik. Pelaksanaannya dengan mengubah status mereka menjadi pegawai anak perusahaan, serta ditempatkan di Merpati Maintenance Facility yang terletak di Surabaya.
Menanggapi kebijakan tersebut, Ketua Serikat Karyawan Merpati, Aries Munandar mengakui, hingga saat ini, sudah ada sekitar 50 orang yang mendaftar rasionalisasi sukarela.
"Perusahaan sedang susah dan berat. Sinyal itu diterima oleh karyawan. Oleh karena itu, rasionalisasi merupakan salah satu usaha dalam rangka menyehatkan perusahaan, serta meningkatkan daya saing. Dari sisi serikat pekerja, kami sudah paham akan hal tersebut," tutur Aries. [DMP/A-17]