SUARA PEMBARUAN DAILY

Pahit dan Manis Ferrari di Sepang

[SEPANG] Pemimpin tim Ferrari, Stefano Domenicali mengibaratkan hasil yang diraih pembalapnya di Grand Prix (GP) Malaysia, Sirkut Sepang, Minggu (23/3), terasa pahit dan manis. Pahit, disebabkan pembalapnya Felipe Massa tak mampu mencapai finis setelah berhenti di putaran ke-31 dari total 56 putaran yang dilombakan. Tetapi manis karena pembalap tim Scuderia lainnya, Kimi Raikkonen berhasil meraih gelar juara.

Tim kuda jingkrak memperlihatkan kepada publik, bahwa mereka mampu bangkit dengan cepat setelah kegagalan di GP Australia, 16 Maret lalu. Ini merupakan kemenangan ke-16 sepanjang karier F-1 pembalap asal Finlandia tersebut. Buat tim yang bermarkas di Maranello, Italia, kemenangan di Sepang adalah yang ke-202 selama keikutsertaan mereka dalam 760 kali GP.

Kunci kemenangan awal Ferrari adalah mereka mampu menempatkan Massa start dari posisi pertama, sementara Raikkonen di posisi kedua. Apalagi rival terberat mereka, tim McLaren memulai balapan dari baris keempat dan kelima. Dua pembalap tim Woking, Heikki Kovalainen dan Lewis Hamilton mesti memulai balapan dari posisi kedelapan dan kesembilan. Mereka mundur lima posisi dari yang diraih keduanya karena dinilai pengawas lomba (stewards) mengeblok laju kecepatan kendaraan pembalap lainnya pada sesi kualifikasi, Sabtu (22/3).

"Setelah start dimulai, saya segera menempatkan posisi mendampingi Massa. Saya tak mau ambil risiko karena saya menyadari mesti melakukan pergantian ban lebih lama satu putaran dari Massa, Saat saya keluar dari pergantian itu, ternyata saya mampu berada di depan dia. Dengan lintasan yang tak ada gangguan saya tinggal mengontrol situasi balapan saja," jelas Raikkonen mengomentari strategi kemenangannya.

Sedangkan kegagalan Massa, terjadi setelah kendaraan F2008 melewati area pembatas lintasan (kerb) dengan keras saat keluar dari tikungan enam. Hal itu menyebabkan rusaknya salah satu perangkat aerodinamika pacuan, yang menyebabkan daya tekan dari aliran udara di bawah (downforce) pada bagian depan kendaraan lebih besar dari bagian belakangnya.

Tak hanya Ferrari yang merasa senang di Hari Paskah tersebut. Tim BMW Sauber juga puas karena mampu menempatkan pembalapnya Robert Kubica naik di podium kedua.

Untuk kedua kalinya pembalap asal Polandia itu merasakan naik podium, yang pertama di GP Italia, Sirkuit Monza pada 2006. Kubica yang memulai balapan dari posisi empat, mengaku tak dapat melakukan start dengan bagus, penyebabnya karena putaran roda yang berlebih akibat tak dibolehkannya pemakaian kontrol traksi. "Ferrari memang tampil kencang. Tetapi saya juga mampu menjaga jarak dengan pembalap di belakang saya. Setelah pit stop kedua saya mencoba menjaga mesin," ujarnya.

Sementara McLaren mesti puas dengan menempatkan Kovalainen di podium ketiga. Penampilan pembalap Finlandia itu jauh lebih konsisten ketimbang rekannya Hamilton. Dalam dua seri GP yang telah berlangsung di musim 2008, Kovalainen selalu naik podium. Hamilton mesti puas finis di posisi kelima di belakang pembalap tim Toyota, Jarno Trulli. Salah satu penyebabnya, adalah waktu yang terbuang selama 12 detik saat melakukan pit stop pertama akibat adanya masalah mekanik saat melakukan pergantian ban depan di sisi kanan. Hal itu terjadi dikarenakan alat pemasang baut terkunci saat teknisi tim (gunman) yang bertugas memasang ban depan kanan tengah menjalankan tugasnya.

Menurut CEO tim, Martin Whitmarsh setelah perhentian tersebut, pembalap utamanya berada di posisi 11. "Harga dari kehilangan waktu hingga 10 detik di pit stop dan posisi di lintasan, adalah Hamilton kehilangan podium," keluhnya. [Berbagai Sumber/L-9]


Last modified: 24/3/08