SUARA PEMBARUAN DAILY

Korban Helikopter TNI AU, Prada Ridi Meninggal

[BANDUNG] Prajurit Dua, Ridi Wahyudi (23) yang juga mekanik dari helikopter jenis Bell 47 milik TNI Angkatan Udara (AU), meninggal dunia, Jumat (21/3) saat menjalani perawatan di Rumah Sakit TNI AU Dr Salamun, Ciumbuleuit, Bandung, Jawa Barat.

Direktur Rumah Sakit TNI AU, Dr Salamun Kolonel Kesehatan, MF Mulyono mengatakan Ridi meninggal karena komplikasi multi-organ serta infeksi. "Kami sudah berusaha mencegah infeksi dengan antibiotik," paparnya di Bandung, kemarin.

Ridi merupakan korban luka bakar dari helikopter jenis Bell 47 yang jatuh dan menyabet kabel listrik di Desa Manyingsa, Kampung Cilipung, Kecamatan Cipunagara pada Selasa (11/3) lalu.

Selama menjalani perawatan, dia ditempatkan di ruang Intensive Care Unit (ICU). Hanya petugas medis saja yang diizinkan masuk ke kamar Ridi. Tujuannya untuk mencegah masuknya kuman yang menyebabkan terjadinya infeksi.

Mulyono pernah mengungkapkan akibat kecelakaan itu, Ridi mengalami luka bakar tingkat dua hingga 40 persen di bagian wajah, leher, tangan serta kaki. Luka bakar ini sendiri berpotensi menyebabkan infeksi. Namun, ketika dirawat luka bakar itu semakin meluas.

Ridi yang bertugas sebagai mekanik dalam helikopter tersebut, mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 05.00 WIB. Seusai disalatkan di RS Dr Salamun jenazah Ridi langsung dibawa ke Wates, Yogyakarta untuk dimakamkan. [153]


Last modified: 24/3/08