SUARA PEMBARUAN DAILY

Ziarah Menjelang Paskah

Setelah hari ketiga Yesus Kristus wafat, Maria, ibu Yesus datang ke kubur untuk membalurkan rempah-rempah di jenazah anaknya yang mati disalib. Saat itu dia dapati kubur Yesus sudah kosong, Dia telah bangkit. Itu adalah hari yang diperingati sebagai perayaan kebangkitan Yesus Kristus atau yang dikenal sebagai Paskah.

Tidak jauh beda, aktivitas Maria, juga dilakukan Titi Sarmini, warga Bekasi. Wanita asal Solo ini selalu mengunjungi makam ketiga anaknya di TPU Menteng Pulo, Setiabudi, Jakarta Selatan, setiap menjelang Paskah.

Titi mengaku, selain saat menjelang Paskah, dia juga mengunjungi makam tiga anaknya pada hari tertentu seperti penikahan atau sedang dirundung rindu. "Saya selalu datang walau pun bukan hari besar keagamaan," tukas wanita berumur 65 tahun ini lembut.

Titi yang ditemani suaminya berjalan menuju makam tiga anaknya. Perempuan yang baru saja pulang dari gereja ini terlihat tenang.

Dia membawa satu kantong plastik berisi bunga yang dibeli sebelumnya dari Pasar Tebet. Bunga mawar merah dan putih itu menjadi hadiahnya bagi tiga almarhum anaknya.

Walaupun tidak ada persiapan khusus dalam melakukan ziarah ke makam anak-anaknya, Titi mengatakan jika bertandang ke makam ketiga orang anaknya, dia selalu datang membersihkan makam, dan berdoa.

Makam TPU Menteng Pulo yang terbagi menjadi dua bagian itu terlihat agak lengang, Minggu (23/3) pagi itu. Tidak banyak orang yang datang berziarah mengunjungi makam kerabatnya.

Tidak hanya Titi yang terlihat datang mengunjungi makam anaknya, seorang wanita berdarah Sumatera Utara juga terlihat tenang duduk di samping makam suaminya yang meninggal beberapa tahun lalu. Ya, Ny Tambunan warga Duren Sawit, yang ditemani anak bungsunya ini mengaku selalu datang saat Paskah, melepas rindu dengan mendiang suaminya. "Saya selalu datang menjenguk suami kalau kangen. Memang tidak hanya saat Paskah," ujarnya.

Bunga Tabur Laris

Bagi para penjual bunga tabur, seperti Bahri Ali, aktivitas ziarah menjelang Paskah cukup menguntungkan dirinya. Selain penjualan bunganya cukup laris, dirinya pun tidak harus terlalu lama menunggu dagangannya untuk habis.

"Saya cukup senang kalau hari besar seperti ini terutama saat paskah. Mulai Jumat Agung, banyak orang yang sudah datang berziarah, dan antre membeli bunga. Bahkan saya harus memesan lagi dari langganan saya di Pasar Rawa Belong atau Puncak, Bogor," tutur pria yang sudah berjualan bunga di situ sejak 35 tahun lalu.

Ali mengaku, jika hari biasa, bunga dagangannya hanya laku sekitar Rp 75.000 hingga Rp 100.000 akan tetapi jika hari besar penjualan bunganya bisa meningkat hingga 300 persen. "Kalau lagi rame begini bisa laku Rp 400.000 hingga 500.000. Lumayan lah," tambahnya.

Ali menjelaskan, jenis bunga yang dijualnya cukup bervariasi, mulai dari mawar, chrysant, labiol, anggrek, aster, hingga melati. [MARSALINA]


Last modified: 24/3/08