SUARA PEMBARUAN DAILY

Obor Olimpiade Diminta Tidak Lewat Tibet

[OlYMPIA] Aktivis pelajar pembebasan Tibet meminta pada Komite Olimpiade Internasional (IOC), agar obor api Olimpiade Beijing tidak dibawa melalui Tibet, Provinsi Himalaya yang rakyatnya tengah didera duka selama sepekan terakhir, setelah aksi protes di Lhasa, Tibet, Jumat (14/3), berakhir rusuh.

"Membawa obor api Olimpiade melalui Tibet ke puncak gunung Everest akan menambah hinaan pada 50 tahun luka yang sudah diderita rakyat Tibet, yang ditimbulkan oleh otoritas Tiongkok. Atas nama rakyat Tibet, saya meminta IOC menghapus Tibet dari rute obor api Olimpiade Beijing," kata Wakil Direktur Pelajar Pembebasan Tibet Tenzin Dorjee pada konferensi pers, Minggu (23/3).

Dia menanggapi pernyataan Presiden IOC Jacques Rogge, satu jam sebelumnya, yang mengatakan penyelenggaraan Olimpiade bisa menjadi faktor pembawa perubahan di Tiongkok. "Insiden Tibet adalah masalah yang menjadi perhatian IOC, tapi kami bukan organisasi politik atau aktivis. Kami percaya Tiongkok akan berubah dengan membuka negara itu melalui 25.000 media yang akan menghadiri Olimpiade," katanya.

Dorjee menyebut Rogge dan IOC bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Tibet. Dorjee merupakan salah satu dari beberapa wakil Tibet yang mencoba menyalakan api sebagai simbol protes di Olympia, Yunani, pada 10 Maret, tapi upayanya dihentikan oleh Polisi Yunani.

Dari Beijing, otoritas Tiongkok menuduh pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama berusaha menyabotase penyelenggaraan Olimpiade Beijing. Harian Tentara Pembebasan, Harian Rakyat dan surat kabar lainnya di Tiongkok memberitakan peringatan bahwa kelompok Dalai Lama akan gagal dalam upayanya memerdekakan Tibet.

Tudingan itu dibantah oleh Dalai Lama, yang menyebut tuduhan Beijing itu tidak berdasar. [AFP/B-14]


Last modified: 24/3/08