[JAKARTA] Kegiatan penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan pencipta lagu Pance Pondaag yang sedang sakit stroke dan mantan kapten tim nasional Ronny Pattinasarani yang menderita kanker akan berlangsung di Hailai Executif Club di Ancol, Jakarta, Senin (24/3) malam ini.
Ajang yang digagas pengusaha dan penyanyi berdarah Tionghoa, Ronny Tanuwidjaya itu bertujuan membantu Pance yang pernah mengorbitkan artis-artis tenar di era 80-an seperti Dian Pisesa, Maya Rumantir dan Meriam Bellina. Pance yang menjadi pendiri studio musik "Flower Sound" itu dalam beberapa tahun terakhir ini terbaring lemah di rumahnya setelah terkena stroke. Sementara, Ronny Pattinasarani mesti bolak-balik berobat ke Tiongkok akibat sakit kanker yang dideritanya.
"Bung Pance dan Bung Ronny Pattinasarani adalah sahabat karib saya. Saya merupakan pengagum karya-karya Bung Pance. Saya kerap menyanyikan lagu-lagu ciptaannya. Sementara Bung Ronny yang memperkenalkan saya pada dunia sepakbola," jelas Ronny yang berusia 51 tahun.
Untuk itu, Ronny berjanji akan berupaya mengumpulkan dana yang cukup buat membantu meringankan beban dua orang yang dikaguminya itu. Undangan pada malam penggalangan dana itu banyak ditujukan pada pengusaha. Tidak hanya pengusaha dari Jakarta, tetapi juga dari Jawa Timur, Singapura dan Tiongkok.
Selain penggalangan dana, ajang itu juga akan menandai peluncuran album Ronny Tanuwidjaya. Uniknya, album yang diluncurkan tersebut bukan beraliran pop, melainkan dangdut. Ini sesuatu yang agak langka, terutama karena dia merupakan etnis Tionghoa. Ronny memilih musik dangdut, karena banyak digemari orang Indonesia.
"Saya mungkin merupakan satu-satunya etnis Tionghoa yang berani terjun di musik dangdut. Saya ingin musik dangdut juga dikenal di kalangan warga Tionghoa," ujarnya.
Dia bahkan bermaksud merekam lagunya dalam versi Bahasa Mandarin, supaya musik dangdut dapat diterima di kalangan Tionghoa. [L-9]