SUARA PEMBARUAN DAILY

Filosofi Mengemas Genre Rock "Santun"

Melalui album perdana beraliran rock yang bertajuk Anugerah Kehidupan, grup band Filosofi menawarkan kesederhanaan dalam bermusik dengan lirik-lirik lagu yang positif. Mereka juga ingin tetap santun dan bermusik apa adanya tanpa melecehkan orang lain.

Grup yang dimotori Arya (gitar), Rangga (bas), Ancha (dram/perkusi) dan Mizna (vokal) berharap energi musik mereka bisa memberi hal-hal yang bermanfaat bagi pencinta musik Tanah Air. Lirik lagu yang diciptakan oleh Arya, pendiri sekaligus pemimpin grup musik ini, tidak hanya bertabur kata cinta puitis. Namun, juga mengangkat berbagai tema sosial dan lirik humanis.

"Kami ingin membagi cara berpikir positif kepada para pendengar musik kami. Melalui album ini, kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda dan bermanfaat bagi para pendengar musik Indonesia," ungkap Arya dalam peluncuran album perdana Filosofi pekan lalu di Jakarta.

Awalnya, grup ini dibentuk untuk mengikuti seleksi antargrup musik pengisi album kompilasi Radio Kampus Universitas Budi Luhur pada tahun 2003. Saat itu, walau belum diperkuat vokal Mizna, mereka berhasil masuk 20 besar.

Punya Kemampuan

Produser Bunda Kiki tertarik menjadi produser eksekutif album perdana Filosofi karena melihat kemampuan yang dimiliki grup musik anak muda tersebut. Walau tidak berpengalaman sebagai seorang produser musik, wanita ini optimistis Filosofi akan berhasil berkiprah di industri rekaman Indonesia.

"Saya pertama kali mengenal Filosofi melalui orangtua Arya. Menurut saya, grup musik ini mempunyai kemampuan bermusik yang sangat baik. Walau vokalisnya memakai jilbab, saya tidak melihatnya sebagai kendala. Hal tersebut malah menjadi suatu keunikan," ungkapnya.

Dalam album perdana, Filosofi mengandalkan Sadarilah sebagai lagu jagoan. Beberapa lagu lain yang terdapat di album tersebut adalah Ayah Bunda, Elegi Dua Sisi, Seindah Dunia dan Akankah Kita Bersama. Seluruhnya bertema cinta, kecuali Ayah Bunda yang liriknya mengagungkan kasih sayang orangtua kepada anak-anaknya. Lagu ini menampilkan vokal anak-anak jalanan dari Yayasan Himmata.

Sebelum masuk ke dapur rekaman, Filosofi juga telah memiliki banyak pengalaman tampil di berbagai panggung musik yang diadakan di Jakarta, di antaranya adalah Festival Musik se-Jakarta dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, Parade Musik Perdamaian Bank Mandiri, Pentas Seni Kreativitas Universitas Indonesia Esa Unggul dan Asian Beat Selection yang digelar Yamaha Musik Kebon Jeruk. [SRA/N-4]


Last modified: 24/3/08