
SP/Ignatius Liliek
Diva asal Amerika Serikat, Diana Ross tampil elegan pada konser "An Evening with Diana Ross" di Jakarta, Minggu (23/3).
alam itu, Minggu (23/3), bertempat di Ballroom The Ritz Carlton, Jakarta, Diana Ross mencoba mengabulkan keinginan para penggemar untuk tenggelam ke masa lalu. Ross seolah menyeret kenangan masa lalu dengan lagu-lagu hit era 1970-an. Kali ini, dengan mengusung tema An Evening with Diana Ross, sang diva menampilkan 18 lagu.
Ratusan penonton yang kebanyakan berusia setengah baya menikmati setiap musik yang dibawakan penyanyi kelahiran 26 Maret 1944 ini. Suara khas Diana tetap tidak berubah meski sudah 45 tahun berkecimpung dalam karir musik. Suaranya bahkan masih bisa larut dalam berbagai iringan musik mulai dari jazz, R&B, pop, sampai disko.
"Malam ini semua memori dan kenangan akan saya coba bangkitkan. Soo enjoy it," ujar Diana saat muncul di panggung yang didesain eksklusif khusus bagi sang Diva.
I'm Coming Out menjadi lagu pembuka yang pas. Diana hadir dengan kostum mewah merah menyala, ia kelihatan glamor malam itu. Lagu-lagu hit ciptaan Diana yang sudah banyak di aransemen ulang kembali dibawakan secara original ke tengah-tengah penonton. Penyanyi yang juga lihai mencipta lagu ini seakan tidak pernah kehilangan talenta suaranya yang tetap jernih meski telah menginjak usia 62 tahun.
"Ia betul-betul seorang diva yang terbukti melalui penampilan, suara, dan karyanya. Sosok seperti Diana yang harus dicontoh atau dijadikan anutan bagi musisi di Indonesia," ujar Ita Purnamasari yang malam itu datang bersama suaminya, Dwiki Dharmawan.
Tidak seperti konser-konser artis internasional lainnya, Diana memilih tempat yang eksklusif untuk para penggemarnya. Tidak ada arena festival di mana penonton biasa berdiri selama menonton. Semua orang yang menonton malam itu disediakan tempat duduk. Jadi, penonton bisa menikmati setiap lagu kenangan dengan nyaman.
Selama kurang lebih 90 menit Diana menyajikan beragam lantunan musik. Dimulai dari lantunan musik yang mampu membangkitkan semangat sampai pada lagu yang bisa membuat penonton terdiam karena terbius dengan irama yang lembut dan tenang.
Seusai membawakan I'm Coming Out, Diana menyusul menyanyikan beberapa hit lainnya seperti My World, Where Did Our Love Go, Baby Love, Stop In the Name of Love, Touch Me in The Morning, Love Hang Over, The Boss, It's My House, What About Love, More Today Than Yesterday, Upside Down, Ease on Down the Road, Fire & Mellow, Don't Explain, Why Do Fools, Do You Know ain't no Mountain, dan I Will Survive.
Kelihaian Diana membawakan lagu dan membius suasana juga tergambar dari beberapa aksi penonton yang tanpa malu berdiri dan bergoyang mengikuti irama musik. Kebanyakan dari penonton kelihatan hapal menyanyikan lagu-lagu Diana. Bahkan di sela-sela ia bernyanyi dua orang penonton maju ke depan panggung untuk menyerahkan seikat bunga.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi terlihat datang bersama istrinya. Ia mengungkapkan konser musik kali ini seakan di desain khusus bagi orang-orang tua yang kebanyakan akrab dengan lagu-lagu Diana.
"Ini konser khusus untuk orang-orang tua. Rasanya seperti mengobati rasa rindu pada kenangan masa lalu," kata Sofjan kepada SP.
Selain pelaku usaha, aktris sekaligus pemain film di era tahun 1980-an Ayu Azhari mengungkapkan sosok Diana yang tak lekang oleh waktu. Hampir semua lagunya menjadi hit. Kalaupun tidak dinyanyikan langsung oleh Diana, biasanya lagu ciptaan Diana masuk dalam jajaran tangga lagu internasional.
Kekecewaan
Sayangnya malam itu tidak hanya merekam keterpukauan dan decak kagum para penonton. Beberapa penonton juga mengungkapkan kekecewaan mereka karena konser berlangsung dengan cepat. Konser yang dijadwalkan selama dua jam dengan 20 lagu hit gagal karena ada salah paham pihak manajemen Diana.
Penonton terpaksa pulang dengan perasaan menggantung, apalagi Diana belum sempat menyanyikan dua lagu hitnya yakni When You Tell Me That You Love Me dan We Hold On Together. Diana mengakhiri konser dengan lagu I Will Survive yang justru bukan lagu ciptaannya.
Presiden Direktur Buena Productions Peter Basuki mengungkapkan, kondisi Diana sedang tidak fit karena sakit gigi. Ditambah lagi, Diana berbeda pendapat dengan pihak manajemen terkait dengan konser.
Titiek Puspa artis legendaris Indonesia juga mengungkapkan sedikit kekecewaannya pada aksi terakhir Diana malam itu. Teriakan para penonton yang meminta Diana kembali ke atas panggung tidak dipedulikan. Bahkan penonton sampai menunggu 45 menit dengan harapan Diana kembali menyanyikan dua atau tiga lagu kembali. Lampu ruangan mendadak menyala terang, pertanda konser selesai. Namun, akibat Ross tak berucap pamit, sebagian penonton masih bertahan.
"Diana kurang interaktif dengan para penonton. Ditambah lagi ada beberapa lagu yang kurang akrab di telinga penonton. Tetapi kalau dari suara Diana tetap saja memukau," ujar Titiek.
Selain Titiek Puspa, Tantowi Yahya yang mengaku penggemar berat Diana kecewa dengan penampilan aktris legendaris ini. Tantowi berharap, seorang Diva seperti Diana bisa memuaskan keinginan para penggemarnya.
Kekecewaan sebagian penonton yang telah membayar mahal untuk pentunjukkan Diana sangat beralasan. Apalagi, untuk bisa menonton aksi Diana penonton harus merogoh kocek Rp 10 juta untuk platinum area, Rp 5 juta untuk gold area, Rp 3,5 juta untuk silver A area, dan Rp 2 juta untuk Silver B area.
Pasangan suami-istri Suwandi yang juga menonton malam itu mengaku kecewa, apalagi lagu yang ditunggu-tunggu When You Tell Me That You Love Me tidak dibawakan Diana.
"Ia justru menyanyikan lagu yang bukan ciptaannya pada aksi terakhir. Kami kurang puas rasanya konser ini diakhiri dengan janggal," kata pasangan Suwandi kepada SP [EAS/U-5]