SUARA PEMBARUAN DAILY

Dipertanyakan, Dana Tsunami untuk Beli Senjata

[BANDA ACEH] Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh, Provinsi Aceh, yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Peduli Aceh (KPPA), Sabtu (15/3) melakukan unjuk rasa ke Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, guna mempertanyakan kenapa dana korban tsunami digunakan untuk membeli senjata, peralatan militer dan polri. Mereka menolak revisi Perpres No 30/2005 tentang Rencana Induk BRR.

Para mahasiswa datang ke markas BRR di kawasan Leuang, Banda Aceh dengan mengusung sejumlah poster bertuliskan antara lain "Jangan Jual Harga Kaun Dhuafa untuk Beli Senjata".

Koordinator Aksi, Safriandi menyebutkan, rencana BRR melakukan revisi perpres sebagai pencucian mandat, tugas, dan fungsi lembaga tersebut. "Kita juga meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera mengusut berbagai penyimpangan yang terjadi di BRR," katanya.

Lebih Serius

Mereka juga mengingatkan, BRR Aceh-Nias untuk lebih serius dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah infrastruktur dan rumah korban tsunami yang hingga menjelang berakhirnya mandat lembaga itu masih ada korban tidak mendapatkan rumah.

BRR juga diingatkan tidak mengalokasikan anggaran yang dikelolanya untuk pembelian senjata dan peruntukan lain yang tidak jelas.

Kehadiran puluhan mahasiswa ke BRR itu meski sempat beorasi hampir dua jam dan bubar pada petang hari, tidak ada satu pun pejabat BRR yang memberi respons. Sejumlah personil polisi dari Poltabes Banda Aceh mengawasi pengunjuk rasa sampai bubar. [147]


Last modified: 16/3/08