Ajang balapan mesin jet darat, Formula Satu (F-1) musim lomba 2008 akan diawali di Sirkuit Albert Park, tuan rumah Grand Prix Australia, pada 16 Maret mendatang. Seri pertama ini bakal menjadi barometer untuk memprediksi tim mana yang bakal menjadi favorit juara.
Sirkuit Albert Park di Kota Melbourne, Australia boleh dibilang adalah sirkuit campur-aduk. Lintasannya merupakan gabungan dari jalanan untuk uji coba kendaraan dan lintasan balapan. Kombinasi itu menjadikan sirkuit yang panjangnya 5,303 km ini memiliki karakter tikungan yang berbeda-beda, baik dari geometrinya maupun permukaan lintasannya.
Kondisi itu menjadikan Albert Park memiliki karakter trek yang menyulitkan secara teknis buat pembalap. Tantangannya ada di sejumlah tikungan cepat dari total 16 tikungan yang ada, serta tikungan pelan yang menuntut kerja keras rem. Untuk menghadapi lintasan seperti ini, kendaraan-kendaraan Formula Satu (F-1) dituntut melakukan setting-an down force yang tinggi. Tujuannya supaya membantu pembalap mendapatkan traksi (tarikan) yang baik saat keluar dari tikungan pelan. Juga untuk mengoptimalisasi kecepatan saat keluar tikungan menuju lintasan lurus.
Down force merupakan tekanan dari udara yang mengalir kencang melalui sayap kendaraan dan interaksi dari permukaan kendaraan dengan lintasan. Down force tinggi membuat kendaraan seolah melekat di permukaan lintasan dan memungkinkan pacuan melalui tikungan tanpa melawan hukum gravitasi.
Menurut direktur teknik tim Renault, Pat Symond setiap tikungan di Albert Park memiliki tantangan tersendiri. Namun dari 16 tikungan tersebut, yang paling menantang adalah tikungan 11 dan 12 yang berlawanan arah atau biasa disebut chicane. "Untuk mengejar waktu keseluruhan dari satu putaran T (Tikungan) 11 dan T12 bukan sesuatu yang sangat berperan. Hanya saja pembalap tak mungkin meraih waktu terbaiknya, jika terkendala dalam melintasi tikungan tersebut. Chicane ini bahkan bisa membuat pembalap melakukan kesalahan saat melintasinya," jelas Symond.
Saat melintasi T11 dan T12 kendaraan dapat mencapai kecepatan 300 km per jam menuju lintasan lurus hingga T13. Namun setelah itu pembalap berhadapan dengan tikungan pelan (T13) yang memaksa kendaraan melakukan pengereman dan mengurangi kecepatan dari 300 km per jam menjadi hanya 85 km per jam. Ada enam area yang menuntut kerja keras rem. Ini menuntut setting-an suspensi kendaraan yang mampu berkompromi dengan kondisi lintasan. Sementara kerja keras rem juga harus didukung dengan sistem pendinginan yang baik.
Sebagai sirkuit yang temporer dan bukan permanen, lintasan Albert Park dikenal dengan istilah green atau berdebu dan cenderung licin pada hari pertama pembalap menguji kendaraan. Pembalap sangat membutuhkan ban yang mampu menambah daya cengkeram (grip) kendaraan. Ada dua pilihan ban yang akan dipergunakan, pertama soft (lunak) dan medium, tujuannya supaya ban cepat panas dan mendapatkan grip yang baik. [Berbagai Sumber/L-9]