SUARA PEMBARUAN DAILY

SEKILAS

GPS untuk Hewan Peliharaan

Anjing merupakan sahabat terbaik manusia. Namun apa jadinya jika anjing kesayangan bermain keluar rumah, dan menghilang selama beberapa hari? Untuk penyayang binatang khususnya di Jakarta, membiarkan anjing berkeliaran di jalanan merupakan hal yang cukup mengkhawatirkan. Mulai dari kecelakaan hingga penculikan mampu menimpa hewan kesayangan yang harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah tersebut.

Sebuah perusahaan teknologi menawarkan penemuan terbaru yang mampu menjawab solusi bagi para pencinta hewan peliharaan. Retrieva sat-nav merupakan sistem pelacak anjing yang berbentuk kalung. Istimewanya, kalung yang sedang di pertunjukkan di NEC Birmingham itu berisi sebuah alat pelacak yang mampu memberikan sinyal global positioning system (GPS) untuk memberikan informasi mengenai keberadaan hewan peliharaan yang hilang. Kalung Retrieva juga memiliki kemampuan mengunci dan terbuat dari bahan yang tahan terhadap guntingan maupun perusakan.

Jika anjing pengguna kalung tersebut menghilang, maka sang pemilik dapat mengetahui lokasi keberadaannya hanya dengan melacak melalui website. Jika anjing yang dilacak kemudian berpindah dari tempatnya saat terakhir dilacak, maka akan terkirim peringatan melalui pesan tertulis (SMS) ke dalam telepon genggam pemeliharanya.

Kalung yang rencananya akan dipasarkan tahun ini tersebut telah dilengkapi dengan teknologi pelacak melalui satelit, perangkat telekomunikasi, serta radio pemancar. Bahkan jika Anda dirampok pada saat sedang berjalan-jalan bersama anjing kesayangan, tinggal menekan tombol panik untuk memberitahukan kejadian tersebut dan lokasi Anda, kepada teman ataupun keluarga terdekat.

Direktur perusahaan, Andrew Stuart mengatakan, kalung seharga US$ 200 ini bertujuan untuk menjawab solusi pencurian anjing yang merupakan masalah tersendiri dan sering tidak mendapat tanggapan serius dari pihak berwenang. Anjing jenis tertentu yang memiliki harga cukup mahal terkadang sering menjadi incaran kejahatan pencurian binatang. Namun terlebih lagi adalah efek kehilangan bagi pemeliharanya, yang memiliki hubungan khusus dengan hewan kesayangannya sehingga mengeluarkan biaya sebesar itu untuk sebuah kalung terkadang bukanlah hal yang memberatkan. [www.t3.uk/CAT/N-5]

istimewa

K850i, Ponsel Berpenampilan Kamera

Tampaknya bulan ini adalah bulan yang berat buat jempol tangan saya. Beberapa waktu lalu, seorang teman pernah bergurau hendak mengasuransikan jempol tangannya. Ini gara-gara aktivitas kirim balas pesan singkat (SMS) yang sekarang ini mendominasi pemfungsian telepon seluler (ponsel). Gurauan itu, bulan ini menjadi sangat beralasan! Setelah menjajal Nokia N82, saya mencobapakai Sony Ericsson K850i. Persamaan yang ada di dua peranti berfungsi menelepon tanpa kabel bikinan negara Eropa itu, adalah keypad yang bikin jempol tangan malas berlama-lama menyentuhnya.

Setelah N82 yang akses huruf dan angkanya bentuknya garis-garis batang kecil tebal, K850i ini akses huruf dan angkanya berbentuk kotak bujur sangkar kecil tebal. Ketebalannya sekitar satu milimeter dengan ukuran sisi-sisinya antara 3-4 milimeter. Jadi bayangkan, bila Anda mengetik SMS sekadar membuat kalimat, "Apakabar?", seusai mengetik ada bekas kotak kecil di kulit jempol Anda. Memang tidaklah terlalu menyakitkan mengetik demikian, toh keelastisan kulit akan mengembalikan ke posisi semula. Cuma, tentu tidak nyaman mengetik demikian. Apalagi, tombol navigasinya adalah kotak yang terletak di antara angka 2 dan 5 pada keypad, dan itu kerasnya bukan main sekadar untuk mengakses ke atas, bawah, dan samping kiri kanan. Hampir menyerah menggunakan fungsi keypad itu!

Namun tiba-tiba, ketika mencoba menjelajah fitur-fitur yang ada, saya dikejutkan dengan touch option pada ponsel itu! Pilihan select, back dan option pada layar ponsel berkomposisi 262.000 warna dengan resolusi 240x320 pixel itu, tinggal sentuh! Jadi setelah jempol bersakit-sakit bersentuhan dengan kotak bujur sangkar kecil-kecil itu, jempol keenakan menyentuh fungsi touch option. Sayangnya, fungsi sentuh jari ini tidak di seluruh layar ponsel yang berukuran sekitar 4 inci itu karena cuma ada tiga pilihan yakni option, select,dan back.

Bagaimana dengan kameranya? Mengunggulkan kamera 5 megapixel, membuat ponsel ini memang menyenangkan buat membidik gambar. Apalagi karena ada fitur BestPict yang bisa memperbaiki hasil foto dengan photo fix. Melalui ponsel ini, foto juga bisa dicetak langsung dengan menggunakan aplikasi PictBridge dengan menghubungkannya langsung pada printer beraplikasi sama.

Tampilan bodi ponsel di satu sisinya pun nyaris seperti kamera. Bahkan tombol bidik yang berada di samping bodi ponsel, posisinya sama seperti layaknya kita menggunakan kamera. Tombol zoom-nya juga terletak sejajar dengan tombol bidik, memudahkan memperbesar gambar. Sekilas lubang lensa terlihat rawan gores karena posisinya ada di punggung ponsel. Namun bagian ini dilapis sehingga kekhawatiran itu pun pupus. Menjalankan teknologi seluler generasi 3 (3G), ponsel ini bisa melakukan apa yang bisa dilakukan sebuah ponsel 3G. Kelebihan lainnya, adanya fitur akselerometer yang bisa menyajikan gambar berputar otomatis sesuai cara pandang pengguna ponsel ini, mau landscape atau potret. Fitur ini hanya aktif saat menggunakan folder media yang memuat gambar dan video. [N-5]


Last modified: 14/3/08