SUARA PEMBARUAN DAILY

TI untuk Layanan Publik

SP/Ruht Semiono

Seorang model memamerkan laptop terbaru keluaran Sony yang diperkuat oleh aplikasi terbaru "Intel Santa Rosa Refresh" pada pameran komputer Mega Bazaar 2008 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (12/3). Pameran yang menampilkan perangkat-perangkat komputer dan distributor besar komputer ini, akan berlangsung hingga Minggu (16/3).

Dukungan infrastruktur teknologi Teknologi Informasi (TI), saat ini memang sangat dibutuhkan. Dalam menyelenggarakan roda pemerintahan misalnya, dukungan dari teknologi sangat menentukan pelayanan kepada masyarakat. Rakyat dalam hal ini membutuhkan suatu pelayanan birokrasi yang cepat, bersih serta bertanggung jawab.

Efek transformasi birokrasi ini kemudian adalah transformasi layanan publik, tempat masyarakat mendapatkan layanan kebutuhan yang lebih baik sebagai warga negara. TI yang maju akan memotong birokrasi, layanan kebutuhan warga negara seperti pembuatan akta kelahiran, Kartu Tanda Penduduk, sampai SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) suatu perusahaan akan dapat dilakukan dengan mudah, transparan dan efisien.

Peran TI sangat dibutuhkan untuk menunjang transparansi layanan birokrasi di Indonesia. Rumitnya birokrasi mencerminkan masih rendahnya kemampuan untuk menyerap TI oleh para birokrat. Demikian dijelaskan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Taufik Effendi dalam sambutannya pada forum Public Sector yang diadakan oleh Microsoft baru-baru ini di Jakarta.

Microsoft Indonesia, mencoba menginformasikan konsep serta solusi teknologi terkini yang dapat membawa transformasi birokrasi atau layanan publik dengan aman, cepat dan efektif melalui suatu forum Public Sector Day.

"Sebagai good corporate citizen, kami memiliki komitmen untuk menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan transformasi pelayanan publik. Salah satu bentuknya adalah dengan memberdayakan peran teknologi seluas-luasnya di lembaga pemerintahan, kesehatan, pertahanan dan keselamatan masyarakat, serta pendidikan," kata Presiden Direktur PT. Microsoft Indonesia, Tony Chen pada saat acara itu berlangsung.

Perusahaan yang didirikan pada tahun 1975 itu telah merancang solusi yang terjangkau dan inovatif untuk membantu aparat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang akan datang. Salah satu implementasi teknologi Microsoft adalah sistem manajemen pajak dan penerimaan negara di Direktorat Jenderal Pajak.

Selain itu, Microsoft juga berupaya mengembangkan teknologi perangkat lunaknya untuk kemajuan di sektor kesehatan. Pekerja di sektor kesehatan tentu sangat membutuhkan akses terhadap informasi akurat yang tersedia setiap saat. Hal itu jelas dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan. Untuk mewujudkan hal ini, Microsoft telah mengembangkan visi Knowledge - Driven Health. Kelompok yang mengembangkan teknologi layanan kesehatan terdiri dari 500 orang karyawan Microsoft dari seluruh dunia, yang terdiri dari para dokter, perawat, pakar farmasi dan staf kesehatan lainnya. Di Indonesia, khususnya Microsoft bermitra bersama pengembang lokal untuk membangun sistem layanan kesehatan seperti Q-Pro yang telah mengimplementasikan sistem di beberapa rumah sakit di Indonesia.

Keamanan

Dalam bidang pertahanan dan keselamatan masyarakat, dari dulu Microsoft platformnya teknologinya banyak digunakan di lembaga pemerintahan. Hal inilah yang memacu Microsoft untuk terus mengembangkan teknologi yang memiliki tingkat keamanan terbaik agar dapat memenuhi semua kebutuhan aparat pemerintahan dalam memberikan layanan kepada publik. Sebagai contoh, Microsoft membangun CGF (Connected Government Framework), yaitu sistem yang dibangun berdasarkan pemahaman bahwa aparatur pemerintahan harus saling berkomunikasi dengan lembaga lainnya. CGF sangat terkait dengan model User Identity Management yang digunakan pada setiap layanan pemerintahan.

Kita yang membutuhkan tingkat keamanan pada file-file tertentu, dapat menggunakan RMS (Rights Management Services) yang mampu melindungi dokumen atau e-mail, sehingga tidak dapat secara bebas diteruskan, dikopi atau dicetak tanpa persetujuan dari si pembuat file. Fitur ini ada dalam Microsoft Office System, dan hak atas dokumen tersebut juga dapat ditentukan untuk jangka waktu tertentu.

Kemudian, sistem lainnya yang dimiliki Microsoft adalah Encrypting File System (EFS), yaitu fitur yang dapat mengenkripsi data yang telah dipilih pada sebuah laptop atau PC. Setelah dienkripsi dengan EFS, maka dokumen terkait akan secara virtual tidak dapat diakses oleh pengguna yang tidak memiliki otorisasi. Bila kita ingin mengenkripsi seluruh isi hard drive, dapat mengunakan fitur BitLockerDrive Encription. Teknologi ini mampu untuk mem-block data dari semua hard disk, walaupun sudah dikeluarkan dan di install di komputer yang berbeda.

Tidak ketinggalan dalam bidang pendidikan ada Innovation Center dengan cara memberikan ketersediaan software terbaru kepada beberapa perguruan tinggi. Hal ini dimaksudkan agar kalangan pelajar tidak ketinggalan dalam kemajuan teknologi terkini.

Selain itu, Managing Director Public Sector Indonesia, Michael Donlan menjelaskan saat ini, program Microsoft terbaru sedang diperkenalkan kepada guru-guru di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat membantu guru mengenal teknologi komputer di luar kelas. Pengenalan ini sedang berlangsung, dan dikemas dalam bentuk lomba teknologi untuk guru hingga sampai puncaknya bulan Mei nanti.

Sementara Tony Chen menambahkan bahwa, rangkaian kegiatan forum Public Sector ini selanjutnya akan dibahas dalam Government Leader Forum (GLF) yang diadakan di Jakarta pada bulan Mei nanti, dan rencananya akan di hadiri oleh CEO Microsoft Corporation, Bill Gates. GLF ini diselenggarakan sebagai wahana dialog positif antara pemerintah dengan pihak Microsoft, untuk membicarakan berbagai sektor yang menyangkut kebutuhan publik Indonesia. Dalam pertemuan regional setingkat Asia Pasifik itu, GLF diharapkan mampu dijadikan sarana untuk bertukar pikiran, antara Indonesia dengan negara lainnya yang sudah lebih dahulu memiliki TI yang lebih maju, kata Tony Chen. [YRS/N-5]


Last modified: 14/3/08