
enyisihkan lebih dari 36.000 pendaftar, Yi So-Yeon akhirnya terpilih sebagai salah satu, dari dua astronaut Korea Selatan (Korsel), sekaligus menjadikan pemegang sabuk hitam Taekwondo, yang lahir pada 2 Juni 1978 di Gwangju, itu sebagai astronaut perempuan Korsel pertama.
Sebelumnya Pemerintah Korsel menunjuk Ko San, sebagai astronaut Korsel pertama yang terbang ke luar angkasa, dengan pesawat Rusia, Soyuz, yang akan diluncurkan awal April. Namun Badan Antariksa Rusia, Maret, menyatakan Ko San telah melanggar regulasi di pusat pelatihan antariksa Rusia.
Jika berjalan lancar, So-Yeon yang menggantikan Ko San, akan menjadi perempuan Korsel pertama yang terbang ke luar angkasa, sekaligus juga sebagai orang Korsel pertama yang terbang ke angkasa. Hal itu membuatnya sebagai sorotan dan perbincangan masyarakat Korsel.
Beberapa topik mengenai dirinya, yang diperbincangkan pada beberapa situs di internet, antara lain soal statusnya yang masih lajang, pada usia yang belum genap 30 tahun. Selain berparas manis, peneliti di bidang bioteknologi itu bergelar Ph.D, juga ahli ilmu beladiri khas Korea, Taekwondo.
Lulus dari Sekolah Menengah di Kwangju, So-Yeon yang mulai mengikuti berbagai pertandingan Taekwondo sejak usia 12 tahun, memperoleh gelar sarjana dan master bidang mekanik di Institut Sains dan Teknologi Korea di Daejeon. Kemudian bekerja sebagai peneliti sistem bioteknologi di universitas itu.
Dia memperoleh gelar doktornya pada 29 Februari 2008. So-Yeon terpilih menjadi astronaut Korsel, dengan menyisihkan lebih dari 36.000 pesaing melalui serangkaian tes, untuk terlibat dalam program penelitian antariksa yang mulai dikembangkan oleh Pemerintah Korsel, dengan biaya jutaan dolar.

Choi Gi-hyuck, peneliti senior di Institut Penelitian Antariksa Korea, menyebut So-Yeon sangat kompetitif. "Dia hampir sempurna dalam banyak tes, termasuk saat uji gravitasi nol di Pusat Pelatihan Kosmonot Gagarin, di Rusia," katanya.
Korsel tercatat telah meluncurkan 11 satelit ke ruang angkasa sejak 1992, yang sebagian besar ditujukan untuk kegiatan observasi ruang angkasa, laut, dan komunikasi. Pusat penelitian antariksa milik Korsel, menurut rencana akan selesai dibangun akhir 2008, yang menjadi bagian dari program pengembangan teknologi dan eksplorasi ruang angkasa mereka.
Keberangkatan So-Yeon akan menjadikan Korsel sebagai negara ke-35 di dunia dan keenam di Asia, yang mengirimkan astronautnya ke luar angkasa. Menurut rencana, So-Yeon akan berada di stasiun luar angkasa selama sepekan bersama dengan dua kosmonot Rusia, untuk melakukan penelitian dan serangkaian percobaan ilmiah. [B-14]