SUARA PEMBARUAN DAILY

Kembalinya Balapan Paling Akbar

Para penggemar olahraga otomotif, sudah mulai dihibur dengan dimulainya putaran balap motor dunia, MotoGP yang perdananya dilaksanakan di Qatar pada malam hari, pekan lalu. Selanjutnya, Minggu (16/3) gelaran balap paling akbar Formula Satu (F-1) juga akan dimulai di Melbourne, Australia.

Akankah Kimi Raikkonen dengan pacuan Ferrari tetap dapat berjingrak tahun ini? Ataukah Lewis Hamilton tetap menjadi "kuda hitam"? Dan bagaimana dengan penampilan Fernando Alonso yang "pulang kandang" ke Renault?

Raikkonen sebagai juara dunia musim lalu yang kebetulan keluar sebagai juara di Sirkuit Albert Park, Melbourne ini, merasa yakin bisa mengulang sukses musim lalu tersebut. Apalagi hasil tes menunjukkan bahwa kendaraan Ferrari F2008 jauh lebih baik dari musim lalu, baik dari akselerasi maupun dari ketahanan mesinnya. Selain Ferrari, tim Renault tahun ini juga perlu disimak.

Alonso yang sudah pulang kembali ke Renault kali ini didampingi pembalap baru Nelson Piquet Jr. Pembalap Brasil itu bahkan dinominasikan akan keluar sebagai pembalap pendatang baru terbaik atau "Rookie Of The Year".

Sebenarnya Ferrari tahun ini diragukan ketangguhannya karena kehilangan direktur teknik terbaik mereka, Ross Brawn yang pindah ke tim Honda. Tahun ini, tim itu memang sudah mengeluarkan banyak uang untuk mewujudkan kejayaannya kembali seperti dekade tahun 80-an bersama pembalap legendaris Ayrton Senna (semasa Honda masih menjadi pemasok mesin).

Grand Prix (GP) Australia, kemungkinan besar tahun ini merupakan tahun terakhir. Karena juragan F-1, Bernie Ecclestone telah mensyaratkan bahwa lomba-lomba F-1 di Kawasan Asia Pasifik termasuk Australia, tahun depan harus dilaksanakan pada malam hari. Hal tersebut menjadi persyaratan utama agar siaran langsungnya dapat dinikmati masyarakat Eropa melalui televisi pada petang hari. Bagi sirkuit F-1, seperti di Sepang Malaysia ataupun Sirkuit Shanghai, persyaratan tersebut tidak terlalu sulit karena sirkuitnya permanen. Namun bagi Melbourne persyaratan tersebut cukup menjadi kendala karena sirkuit Albert Park adalah gabungan dari jalan raya yang diubah jadi sirkuit.

Balapan Malam

Setelah menyaksikan MotoGP di malam hari, banyak orang yang menantikan F-1 di malam hari. Impian itu bakal terwujud tahun ini, dengan digelarnya balapan malam hari di jalanan Kota Singapura pada akhir September mendatang.

Penulis juga sudah mendengar banyaknya antusiasme orang Indonesia untuk berduyun-duyun menuju Singapura. Banyak pihak tentunya beranggapan bahwa negara itu lebih dekat dengan Indonesia, dan untuk pertama kali dilaksanakan balapan malam hari.

Selain harus menunggu enam bulan lagi, GP F-1 di Singapura mempunyai beberapa kendala tersendiri, khususnya bagi penduduk Indonesia. Kendala pertama adalah soal waktu. Lomba pada tanggal 27-28 September, yang notabene adalah tiga hari sebelum Lebaran. Bagi penduduk Indonesia yang sebagian besar beragama Islam selain masih menjalankan ibadah puasa, tentunya tiga hari sebelum puasa berakhir, merupakan hari-hari sibuk untuk mudik dan persiapan menjelang Lebaran.

Kendala lain adalah tarif hotel yang konon kabarnya akan naik sekitar 100-200 persen dari rate hotel biasanya. Tambahan lagi bahwa hotel-hotel di Singapura akan menerapkan paket minimal harus menginap tiga malam. Gaya sales hotel seperti ini adalah mencontoh seperti hotel di Monaco setiap menggelar F-1.

Kemudian perlu dipikirkan mahalnya tiket nonton di panggung (grandstand). Panitia F-1 Singapura sudah mengumumkan harga tiket paling murah adalah 275 dolar Singapura atau sekitar Rp 1,5 juta, sementara untuk duduk di tribun tikungan pertama harganya mencapai 1.200 dolar Singapura atau sekitar Rp 7 juta. Dengan gambaran kondisi itu, apakah penggemar F-1 Indonesia akan menghamburkan uang THR dan mengorbankan waktu bersilahturahmi menjelang Hari Raya Lebaran hanya demi menyaksikan lomba F1 di malam hari? Untuk sementara waktu lupakan dulu sejenak F-1 malam hari. Simak dan nikmati saja seri perdana di Melbourne.

Rio Sarwono, Tokoh Otomotif Nasional dan Pemerhati F-1


Last modified: 15/3/08